“The Casual Cycling Culture”
Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan kesadaran akan “Go Green”, belakangan ini banyak sekali komunitas sepeda yang menjamur di kota-kota besar. Entah karena hobi, ikut-ikutan atau karena kesadaran mereka sendiri untuk menjaga kesehatan. Yang jelas, bergabung dengan komunitas sepeda banyak sekali manfaatnya. Kegiatan bersepeda juga menjadi hal yang menyenangkan.
Dari sekian banyak komunitas sepeda di Kota Kembang, terselip nama komunitas London Taxi Bandung. Penasaran seperti apa komunitas yang satu ini? Simak obrolan kami bersama Subekti W. Priyadharma selaku ketua komunitas ini. Kuy…
Apa sih London Taxi itu?
London Taxi, atau lebih tepatnya London Taxi Bike adalah merek sepeda yang lisensinya dibeli oleh pengusaha asal China, Chau Lap, dari perusahaan asal Inggris yang di negeri asalnya sana hanya memproduksi mobil (London Taxi yang bergaya vintage). Ia lalu memproduksi sepeda London Taxi Bike yang juga bergaya vintage/retro. Sepeda tersebut lalu didistribusikan oleh perusahaan Jefferys dan dipasarkan di beberapa negara Asia, seperti Jepang, Singapura, Hongkong, Cina, Korea, dan tentunya Indonesia.
Bagaimana awal berdiri London Taxi Bandung?
Komunitas LTB Bandung berdiri 25 November 2017. Awalnya karena inisiatif beberapa pengguna sepeda Lontax yang berkomunikasi via Instagram, setelah melihat unggahan para pesepeda Lontax di Bandung dengan tagar #londontaxibike atau #londontaxibikebandung. Mereka lalu memutuskan berkumpul di suatu hari Minggu pagi di Gedung Merdeka dan memutuskan untuk membentuk komunitas. Bahkan salah satu dari mereka sudah membuat akun instagram @londontaxi.bdg terlebih dahulu sebelum komunitasnya sendiri terbentuk. Akun tersebut sekarang menjadi akun komunitas LTB Bandung. Komunitas LTB sendiri ada di beberapa kota di Indonesia. Yang lebih dahulu terbentuk ada di Jakarta (@londontaxi.jkt) lalu ada juga di Jogja, Medan, Surabaya, Makassar, Palembang, Solo, dan beberapa kota lainnya. Masing-masing memiliki akun instagramnya sendiri. Secara nasional, akun resmi London Taxi yang dikelola Jeffrys bisa dilihat di @londontaxibike_id.
Tujuannya?
Bersenang-senang mencari teman bersepeda bersama-sama dengan menggunakan London Taxi Bike. Secara tidak langsung pertemuan-pertemuan tersebut lalu membentuk identitas kolektif komunitas LTB Bandung yang unik.
Yang membedakan dengan komunitas sepeda pada umumnya?
“The Casual Cycling Culture”. Motto LTB Bandung yang artinya kami bersepeda secara kasual, menggunakan sepeda untuk kegiatan sehari-hari, tanpa dipusingkan dengan urusan jersey sepeda, sepatu sepeda khusus, dan aksesoris sepeda lainnya. Hal yang menjadi identitas kami juga adalah gaya bersepeda yang retro dan vintage. Sesuai dengan jenis sepedanya. Sepeda andalan yang menjadi ciri khas adalah seri CRB, yaitu model ontel modern dengan warna ban yang terdiri dari dua warna, sadel original berwarna coklat yang memberi kesan vintage yang kuat.
Apa kegiatan atau program kerjanya?
Setiap Minggu pagi kami berkumpul di CFD Dago, di samping Bodypack. Dari sana kami bersepeda berkeliling Bandung lalu cari tempat hangout. Kegiatan lainnya biasanya tematik. Ada bike camp (kemping), gowes mistis (bersepeda malam ke tempat-tempat angker di Bandung), gowes mancing, gowes jauh (Lembang, Padalarang, Kiara payung), atau sekedar gowes ngopi. Rabu malam biasanya kami bersama komunitas sepeda lainnya mengikuti Nite Ride yang diorganisir oleh Eco Transport Bandung (@ecotransport.id). Tapi yang betul-betul menjadi ciri khas LTB Bandung adalah “Tweed Run” atau “Tweed Ride”, sebuah kegiatan bersepeda dengan menggunakan kostum vintage bergaya Eropa awal sampai pertengahan abad 20. Tweed Run sendiri berawal di London dan masih diselenggarakan sampai sekarang setiap tahunnya. Di Jepang juga ada kegiatan serupa. LTB Bandung pernah melakukannya beberapa kali. Kegiatan ini sesuai dengan motto yang diusung London Taxi Bike secara nasional, yaitu “To See the City, the World is Open to Everyone.”
Sudah ada berapa anggota dan apa saja profesinya?
Anggota 73 orang. Profesinya macam-macam. Pekerja kreatif; desainer, ilustrator, fotografer dan lain sebagainya, guru, dosen, PNS, pegawai BUMN, ibu rumah tangga, pegawai bank/karyawan swasta, pekerja sosial (NGO), dan lain-lain.
Tipe atau model sepeda yang digunakan para anggota?
Umumnya ada 3 tipe. Yang terbanyak model CRB (ontel modern), road bike, dan folding bike (sepeda lipat).
Udah ke mana aja gowesnya?
Karena model sepedanya adalah city bike, dan tidak cocok untuk bersepeda jauh, maka seringnya bersepeda dalam kota. Tapi pernah juga ke Lembang, Punclut, Kota Baru Parahyangan, Kiara Payung.
Bagaimana cara bergabung dengan komunitas London Taxi?
Datang Minggu pagi ke CFD Dago, ketemu dengan kami dan sepedaan bareng. Nanti di-add ke grup WhatsApp LTB Bandung, lalu registrasi online. Syaratnya sederhana, punya salah satu sepeda merek London Taxi Bike, punya sendiri, bukan minjem punya orang, apalagi sepeda sewaan (tertawa) dan sepedaan bareng.
Terakhir, apa nih harapan terbesar London Taxi Bandung?
Mengkampanyekan bahwa bersepeda itu enggak perlu ribet. Enggak perlu persiapan macem-macem dan disibukkan dengan aksesoris yang ribet. Apapun sepeda anda, bersepedalah. Bersepeda itu kegiatan sehari-hari, bahkan dijadikan moda transportasi utama untuk mengurangi solusi dan kemacetan. Bersepedalah dengan kasual. Jadikan budaya bersepeda. Harapan terbesar adalah, pemerintah betul-betul menyediakan infrastruktur yang memadai untuk pesepeda dan juga pejalan kaki. Ditambah dengan penyediaan transportasi publik yang layak berbasis rel dan bus, sehingga mengurangi penggunaan kendaraan bermotor. Jika itu bisa diwujudkan, it’s a heaven! Itu ciri-ciri masyarakat maju dan modern. Salam!
*Foto dok. London Taxi Bandung
Yusham
Categories: Community