
Kita tahu, di kota-kota besar, tak sedikit sejumlah anak mesti mencari nafkah sendiri ataupun bekerja demi mengidupi keluarganya. Dan jalan, tentu tidak selamanya aman bagi mereka untuk mengais rezeki.
Kekhawatiran ini yang membuat sekelompok anak muda di Kota Bandung untuk mendirikan wadah bernama Rubel Sahaja. Seperti apa komunitas ini bergerak? Simak petikan wawancara kami bersama Tyo Rahmat (25) selaku Kepala Sekolah Rumah Belajar Sahaja.
Bisa diceritakan sedikit bagaimana awal mula terbentuknya komunitas Rubel Sahaja?
Awal mulanya Rumah Belajar SAHAJA hanyalah sekumpulan mahasiswa yang turun ke taman-taman kota, di mana juga terdapat ‘anak jalanan’, dan kemudian mulai mengajar ‘anak-anak jalanan’ tersebut. Seiring waktu, jumlah relawan yang bergabung semakin ramai dan dalam perjalanannya merasa membutuhkan sebuah wadah yang lebih teroganisir dan resmi. Karena itulah kemudian dibentuk Rumah Belajar SAHAJA, dan resmi didirikan pada 1 Juli 2009.
Kenapa mengambil nama Rubel Sahaja?
Dulu Rubel SAHAJA berarti Rumah Belajar Sahabat Anak Jalanan tapi kini kita Sahaja tidak diakronimkan karena kami tidak lagi menggunakan kata ‘Anak Jalanan’ dalam komunitas kami.

Apa nih tujuan utama berdirinya Rubel Sahaja? Atau misi dan misinya?
Tujuan utama dari Rubel Sahaja adalah untuk ‘Dibubarkan’. Karena ketika Sahaja sudah bubar berarti sudah tidak ada lagi permasalahan anak jalanan. Dengan visi; menjadi sahabat anak-anak marginal untuk membangun karakter yang lebih baik. Dan misi; membiasakan anak-anak marginal untuk hidup sehat; memberikan pendidikan yang layak bagi anak – anak marginal; memfasilitasi anak-anak marginal untuk mendapatkan lingkungan yang lebih baik dalam bentuk rumah singgah.
Lalu seperti apa kegiatan atau program kerjanya?
Kegiatan utama adalah menemani dan membersamai anak-anak dampingan kami dalam setiap kondisi dan setiap momen. Titik berat kegiatan kami adalah pada pendidikan membaca, bertulis dan berhitung (calistung), pendidikan agama dan keterampilan (soft skill, hard skill, life skill).
Kegiatan belajarnya seperti apa sih?
Kegiatan belajar kami layaknya seorang kakak yang sedang mengajari adiknya ataupun seorang sahabat yang sedang saling belajar. Kami belajar menyesuaikan dengan kebutuhan anak dan apa yang anak mau. Kadang kami hanya bercerita atau melamun bersama atau kadang kami pergi ke bioskop maupun pergi makan ke restoran ternama, itu semua termasuk cara kami belajar, karena kami menyakini setiap apa yang kita lakukan itu pasti terdapat pelajaran yang dapat diambil.

Saat ini sudah ada berapa anggota? Dan apa saja profesinya?
Kurang lebih ada 30 relawan aktif dan sekitar 100 relawan yang tergabung dalam keluarga besar sahaja. Untuk Profesinya macam-macam, mulai dari mahasiswa dari berbagai kampus di Bandung dengan latar belakang pendidikan berbeda, ada juga pengusaha dan pegawai kantoran yang bahkan ada yang tempat kerjanya di luar Kota Bandung.
Kalo kumpul biasanya di mana?
Kami setiap Sabtu belajar dan berkumpul di Atap Pasar Ciroyom
Lalu dana untuk kegiatan dapat dari mana?
Alhamdulillah kami dikelilingi banyak orang baik yang dengan sukarela menjadi donator untuk kegiatan kami, selain itu kami juga menjual merchandaise yang mana semua hasil keuntungannya untuk program yang kami jalankan.
Mengingat hari ini masih masa pandemi, apakah Rubel Sahaja melaksanakan kegiatan seperti biasanya?
Pada masa pandemi memang kami mengalami kesulitan dalam melaksanakan kegiatan rutin kami, namun kegiatan menemani dan membersamai anak-anak kami tetap kami lakukan dari awal pandemi hingga saat ini.

Kalau ingin berbagung gimana caranya? Apakah ada syarat tertentu?
Jika ingin bergabung menjadi relawan sahaja, bisa mengikuti open recruitment, yang mana informasinya bisa dilihat di akun Instagram @rubel_sahaja.
Apa nih harapan Rubel Sahaja?
Harapan kami adalah memiliki rumah. Rumah yang bisa membawa kami semua belajar lebih dalam tentang kehidupan dan bisa membuat kami bertumbuh lebih baik lagi.
Yusham
Categories: Community
1 reply ›