Komunitas Teman Berbagi

Sudah menjadi suatu kewajiban kita sebagai mahluk sosial untuk saling membantu. Dan banyak cara untuk kita menyebarkan kebaikan tanpa harus selalu menggunakan materi.
Salah satunya seperti yang dilakukan komunitas Teman Berbagi. Komunitas yang tercetus di Kota Bandung ini bergerak di bidang pemberdayaan anak-anak panti asuhan. Meski usia mereka masih seumur jagung, komunitas ini memiliki semangat untuk mengupayakan agar pelayaran kebaikan terus berjalan.
Penasaran seperti apa komunitas ini bergerak? Yuk, simak petikan wawancara kami bersama Farhanah Fitria Mustari selaku founder & Chief of Community Teman Berbagi.
Bisa diceritakan bagaimana awal mula terbentuknya komunitas Teman Berbagi?
Teman Berbagi dibentuk pada Agustus 2018. Waktu itu saya berusia 20 tahun dan sedang menyelesaikan tingkat akhir masa studi sarjana di ITB. Berawal dari refleksi diri mengenai pencapaian dan perasaan. Maksudnya seperti ini, pada umumnya baik dalam lingkungan rumah hingga pertemanan kita sering sekali mendapatkan pertanyaan yang berhubungan dengan pencapaian – materi dan status – dibandingkan pembahasan tentang perasaan, hati ke hati. “Kapan nikah?”, “Kapan lulus?”, “Gaji berapa?” adalah contoh sederhana yang sering kita alami. Bersamaan dengan hal tersebut, waktu itu saya ingin membentuk suatu wadah di mana setiap orang mampu menjadi “teman” untuk saling membagikan perasaan cinta untuk orang lain. Sehingga, mengambil langkah untuk memulai kegiatan sukarelawan di tahun 2018 dengan fokus kepada panti asuhan sebagai pelayaran kebaikan pertama yang Teman Berbagi jalani.

Kenapa mengambil nama tersebut?
Sekilas mendengar kata “teman berbagi” identik dengan sesuatu yang bersifat material. Padahal, makna dari dua kata ini begitu dalam dan intim. Saya memutuskan untuk mengambil makna “teman”, karena dalam memulai pelayaran kebaikan yang mengedepankan perasaan. Seseorang harus mampu menjadi teman terbaik untuk dirinya sendiri. Setelah, dia menjalin pertemanan pada dirinya sendiri dengan penuh welas asih, selanjutnya dia dapat memperluas pertemanan dengan orang lain seperti bagaimana dia memperlakukan dirinya sendiri. “Berbagi” bermakna cinta. Prinsip cinta adalah memberi bukan meminta. Berbagi di sini kami persepsikan dengan hal-hal yang sederhana namun luput dari perhatian. Sebut saja, berbagi kebaikan – waktu dan afeksi. Kami memiliki dua jargon utama yaitu #SalingBukanSilang dan #MendidikTidakMendadak.
Seperti apa kegiatan atau program kerjanya?
Kami memiliki dua program utama; Volunteer Program (VP) dan Non-Volunteer Program (NVP). Singkatnya, VP lebih kepada kegiatan sukarelawan yang memiliki dua turunan proyek yakni Berbagi Kebaikan, sasaran remaja di panti asuhan dan Berbagi Semangat; sasaran anak-anak pra-sekolah dasar dan sekolah dasar duafa di Kota Bandung. Kalau NVP lebih kepada community training, workshop, maupun agenda online; live Instagram dan bebinar, yang benar-benar berkaitan dengan prinsip #SalingBukanSilang.

Kegiatannya sendiri lebih berbagi lewat program apa saja?
Intervensi kami adalah training dan workshop. Jadi, mungkin mudah dibayangkan kegiatan di Teman Berbagi setiap pertemuannya akan membahas objektif tertentu, tema khusus, yang saling berhubungan di setiap pertemuan. Hal yang menarik dari pelatihan Teman Berbagi #SalingBukanSilang adalah tujuan dasar kami yang membahas perasaan daripada pencapaian. Di setiap sesinya selalu ada sesi reflektif yang dibalut melalui metode simulatif. Ini berlaku untuk kedua program utama, baik VP maupun NVP.
Selama ini, kegiatan/program kerjanya sudah sampai mana?
Kami sudah memiliki 5 partner kebaikan, panti asuhan, yang pernah kami berikan pelatihan #SalingBukanSilang dan 1 partner semangat (SD). Untuk kegiatan NVP, kami sudah melakukan beragam kegiatan penyebaran #PesanKebaikan. Seperti, 2019 akhir kita diundang ke LKM ITB Jatinangor. 2020, kami juga membuka workshop pertama kita dengan tema “Saling Menguatkan”. Serta, beragam agenda kebaikan lainnya. Data 10 Juli 2020 terakhir, sebaran kebaikan sudah mencapai 154 remaja dan anak-anak di Program VP dan 438 Teman Baik di program NVP. Kedepannya, kami akan terus mengupayakan agar pelayaran kebaikan tidak pernah berhenti. Sebab, kami yakin Teman Berbagi dapat menjadi wadah untuk menerbitkan terang setelah gelap di hati masing-masing.

Saat ini sudah ada berapa anggota?
Saya lebih senang menyebutnya dengan Tim Pelayaran Kebaikan bukan anggota. Kami memiliki Senior Trainers berjumlah 9 orang yang berperan untuk menyebarluaskan materi #SalingBukanSilang ke berbagai penjuru. Kami juga mempunyai Tim Community Executive 2 orang. Tim Berbagi Momen 2 orang. Serta, Currciculum Manager 1 orang. Jika, berbicara mengenai Alumni Berbagi dari awal tahun 2018–2020, kami memiliki 45 Relawan. Mungkin, terkesan sedikit ya untuk ukuran komunitas. Karena, untuk menjadi bagian dari Tim Berbagi atau Tim Pelayaran Kebaikan ada rangkaian seleksi yang ketat untuk benar-benar mendapatkan relawan yang berkualitas. Bukan sekedar datang dan pergi. Melainkan, orang-orang yang memiliki mentalitas tangguh, komitmen, dan mau terus belajar. Quality over Quantity.
Lalu, dana kegiatannya dapat dari mana? Apakah ada keuntungan yang diambil?
Dana masih 70% bersumber dari donasi lepas dan 30% berasal dari keuntungan kegiatan NVP, pelatihan/workshop untuk instansi tertentu. Apabila ada keuntungan lebih, kita cenderung memberikan insentif tertentu, non-material, untuk Tim Pelayaran Kebaikan.

Mengingat hari ini masih masa pandemi, apakah ada kegiatan yang dilakukan komunitas Temen Berbagi?
Tenang saja, kita punya beragam kegiatan yang dapat dinikmati selama di rumah. Di bawah program NVP, kita memiliki project #OnlineDuluAja seperti Live Instagram (Cerita Gagal dan Sapa Hatimu) dan Webinar (Tentang Kita dan Berbagi Perasaan Learning Series). Umumnya kegiatan kami bersifat gratis, apabila yang berbayar kami sesuaikan pada tingkat kesulitan dari pelaksanaan program.
Kalau ingin masuk komunitas ini gimana caranya? Apakah ada syarat tertentu?
Syarat pasti, misalnya memiliki ketertarikan yang lebih terhadap dunia sosial maupun pengalaman mengajar/mendidik di tingkat manapun. Usia juga kerap kali menjadi patokan bagi kami untuk menerima anggota. Bagaimana caranya? Kami akan membuka rekrutmen sesuai dengan kebutuhan posisi. Jadi, tidak sembarang posisi kami buka terus menerus mengingat kami, tim inti, perlu memberikan pelatihan dan tahapan pembelajaran bagi relawan muda/baru. Jadi, pastikan pembaca sudah mengikuti akun Instagram resmi kami di @komunitastemanberbagi.

Apa nih harapan Komunitas Teman Berbagi?
Banyak sekali, yang paling dekat saat ini kami sedang dalam proses legalitas resmi dibawah yayasan. Mudah-mudahan lebih banyak dampak kebaikan yang dapat kami sebarkan bagi berbagai kalangan usia maupun profesi. Kami juga berharap bahwa kegiatan VP dapat tersebar ke berbagai kota di Indonesia dan NVP dapat bergerak secara aktif sehingga dapat membantu Teman Berbagi lebih mandiri secara finansial. Harapan lebih besar seperti sekolah dan panti asuhan sendiri ingin sekali kami wujudkan secara bertahap. Saya mohon doa dan dukungan dari para pembaca untuk mempercayai kami agar pelayaran kebaikan berjalan dengan lancar. Niat baik selalu banyak jalan, bukan?
Bagaimana apakah kamu tertarik menjadi relawan bersama Teman Berbagi?
Yusham
Categories: Community