
Setelah merilis Julia, kini Agustin Oendari merilis single terbarunya di deretan Album yang segera dirilisnya. Pada album Waktu ini terdapat beberapa Musim dan Single “Hujan Dan Matahari” menandai #MusimnyaPertanyaan. Dalam lagu ini, terdapat sebuah perjalanan spiritual yang singkat namun terasa sangat lambat, yang bernama: kehilangan
Musimnya Pertanyaan, ditandai dengan Hujan Dan Matahari. Lagu ini adalah buah tangan dari sebuah perjalanan spiritual antar dimensi. Diinisiasi pertama kali oleh David Halim, yang mengirimkan sepotong musik yang dibuatnya secara mendadak akibat putus cinta, Oendari meng-iya-kan tawaran untuk menulis lirik dengan topik “hujan”, yang kemudian pada akhirnya bersanding dengan topik “matahari”.
Berkolaborasi dengan Chintana Jo, penyanyi dan penulis lagu pendatang baru, Oendari merangkum lagu ini sebagai sebuah ungkapan rindu antara ayah dan anak perempuannya yang terpisah ruang dan waktu. Ditulis secara bersama-sama: Chintana membuka lagu ini dengan pertanyaan-pertanyaan; sedangkan jawaban-jawaban telah disediakan oleh Oendari di tengah dan akhir lagu, jawaban yang didengarnya secara batiniah dari sesosok ayah yang telah tujuh tahun menanti-nanti untuk menyampaikan isi hati.

Si Anak Perempuan bertanya pada ayahnya:
“Di mana ku harus bersandar? Ke mana aku harus pulang? Apa yang harus kupercaya? Tanpamu, aku bagaimana?”
Lalu Sang Ayah menjawab:
“Tak mengapa, tak mengapa bila bersedih, bila ingin menangis. Dan, tak mengapa, tak mengapa bila air mata … air mata jatuh lagi.”
Semasa hidupnya, Sang Ayah banyak mengajarkan Si Anak Perempuan tentang matahari, yang begitu mulia terbit dan membakar dirinya setiap pagi tiba. Namun, beliau mesti pergi jauh sebelum sempat mengajarkan pada anaknya tentang hujan, yang sepasti matahari terbit, sepasti itu pula hujan akan turun dan jatuh lagi dan lagi. Dengan ajaib dan dengan luapan energi yang begitu indah dan sulit dijelaskan, Sang Ayah menitipkan pesannya dalam lagu ini:
Hujan akan ada banyak. Lagi dan lagi. Tapi,cuma butuh satu Matahari, semua akan terang lagi.
Perjalanan spiritual ini sulit dipercaya, bahkan oleh Oendari sendiri. Sepanjang penulisan lagu Hujan Dan Matahari, berbagai tanda diperdengarkan padanya, dan pepatah lama yang telah dikenalnya sejak dulu ternyata benar adanya: yang percaya, akan melihat keajaiban. Oendari menyaksikan sebuah peristiwa di mana cinta dan kerinduan yang demikian tulus bisa menembus batas ruang dan waktu.
Bersama dengan Ivan Gojaya, David Halim turut serta dalam lagu ini sebagai co-producer. Mohammed Kamga pun hadir di kedua musim, Musimnya Pengharapan dan Musimnya Pertanyaan sebagai vocal director.
Lagu ini untuk semua ayah di semesta, untuk semua anak perempuan di dunia, dan untuk semua yang harus berpisah saat masih ada yang terasa gak selesai.
Categories: Music