Anggie Regia Anandari: Menyanyi Adalah Sebuah Refleksi Jati Diri

 

Anggie

Namanya Anggie Regia Anandari. Wajah cantiknya pasti sudah tidak asing lagi karena sering muncul di layar televisi, bahkan layar lebar. Mulai dari menjadi presenter, aktris, hingga menyanyi bisa ia lakukan. Dengan segudang pengalaman yang ia miliki di bidang entertainment, bisa dibilang wanita satu ini merupakan aktris dengan multi talenta.

Belakangan, aktris kelahiran Pontianak 26 tahun silam ini, sedang sibuk dengan aktivitasnya di bidang tarik suara. Karir bernyanyi anak pertama dari dua bersaudara ini diawali dari ajang Asia Bagus pada tahun 1999. Saat itu Anggie berhasil menjadi salah seorang finalisnya. Anggie juga sempat tergabung bersama grup vokal “Amartya 8” yang beranggotakan Anjasmara, Gunawan, Tia Ivanka, Anggie, dan Didi Rahman.

Bernyanyi memang telah lama menjadi obsesi Anggie. Namun karena banyaknya aktivitas mulai dari bermain film, sinetron, dan menjadi presenter di berbagai acara televisi membuat wanita berambut pendek ini harus menunda obsesinya untuk membuat album solo.

Setelah lama menunggu, barulah pada September 2008 Anggie berhasil meluncurkan album solo perdananya dengan self titled, “Anggie”.  Kini , di tengah kesibukannya merilis album ke dua, Star Glam Magazine berkesempatan untuk sedikit berbincang seputar karir Anggie di dunia entertainment, juga tentang obsesinya sebagai seorang penyanyi.

Halo apa kabar Anggie? Sibuk apa sekarang?

Halo juga. Kabar baik. Sekarang ini aku lagi sibuk promo album pertama. Selain itu, aku juga lagi sibuk nerusin studi S2-ku yang kemarin sempat tertunda beberapa kali, karena harus cuti kuliah.

 

Selama ini kan kamu lebih dikenal sebagai presenter dan pemain film, bagaimana tanggapan masyarakat juga fans melihat Anggie yang kini merambah ke dunia tarik suara?

Alhamdulillah sejauh ini respon dari mereka sangat baik. Mereka sangat mensupport aku untuk menyanyi. Beberapa di antara mereka pun masih ingat saat aku masih menyanyi di Amartya 8 bareng Anjasmara, Gunawan, Tia Ivanka, dan Didi Rahman.

 

Kenapa akhirnya memilih untuk bersolo karir?

Sebenarnya keinginan untuk bersolo karir sudah menjadi cita-cita aku sedari dulu. Pengalaman bernyanyi secara grup sudah pernah aku coba, sekarang ini aku ingin lebih mengasah kemampuan sendiri, dan untuk mengetes sejauh mana kredibilitas aku di bidang tarik suara.

 

Bercerita tentang apa album pertama ini? Apakah pengalaman pribadi?

Tema yang diambil masih tidak jauh dengan seputar percintaan. Cinta memang selalu asik untuk dibahas. Kebetulan di album pertama ini aku nulis 2 lagu dengan judul “Kilau” dan “menunggu”.  “Kilau” ini menceritakan tentang pengalaman  pribadi aku yang sedang adore pada pasanganku waktu itu. Sedangkan lirik yang penuh dengan kegalauan aku tuangkan pada lagu ciptaanku yang berjudul “menunggu.” Jujur kedua lagu itu bisa dibilang jadi curhatan aku waktu itu. [tertawa]

 

Pihak mana saja yang punya andil besar dalam pembuatan album ini?

yang pasti mamahku punya andil besar banget di perjalanan karirku sampai sekarang. Di samping itu, aku juga bersyukur banget mempunyai teman dan sahabat sekaligus partner aku dalam pembuatan album ini. Di antaranya sahabatku Adelia, Ayie, dan personil band Ecoutez lainnya.

 

Setiap orang pasti punya idola. Influence anggie sendiri di bidang tarik suara?

Emm.. aku suka beberapa band seperti Feist, Imogen Heap, Eric Clapton. Kalau penyanyi Indonesianya aku paling suka sama Glenn Fredly sama Vina Panduwinata. Buat aku mereka udah paling juara deh.

 

Tentang musik yang hampir menyerupai musik eqoutez, bagaimana pendapat dan penilaian masyarakat sebagai pendengar?

Mau ngga mau aku harus akui kalau musik yang aku mainkan memang looks like Ecoutez. Tapi di beberapa lagu banyak ditambahkan sentuhan elektronik yang membuat musik Anggie berbeda dengan Ecoutez yang pure memainkan pop jazz.

 

Mengingat industri musik Indonesia sekarang ini yang bisa dibilang sedang “ramai”, menurut Anggie Seberapa menjanjikankah berkarir di bidang ini?

Sangat menjanjikan, karena di tengah banyaknya penyanyi dan band yang bermunculan saat ini, buat aku merupakan sebuah tantangan untuk berlomba untuk menciptakan karya yang lebih baik lagi.

 

Bagaimana kiat Anggie agar tetap diperhitungkan di industri ini?

Intinya kita harus all out pada bidang apapun yang kita lakukan. Selalu konsisten dan berkomitmen. Satu lagi dan yang paling penting, jangan pernah berhenti bermimpi. Karena aku yakin semua cita-cita berawal dari mimpi.

 

Setelah karya terakhir pada tahun 2008, kapan rencananya akan merilis album ke dua? Cukup lama juga ya jeda waktu antara album satu dan kedua?

Banget. Album kedua alhamdulillah on progress. Kebetulan di album kedua ini, aku sudah pindah label, jadi cukup memakan waktu juga. Aku kepengen album yang kedua ini benar-benar matang.

 

Last question, Jika disuruh memilih di antara menjadi presenter, aktris, dan nyanyi. Mana yang akan kamu pilih?Dan kenapa?

Hmm, ... pertanyaan yang sulit. Semuanya suka sih. Hehe. Tapi kalau harus memilih, aku lebih memilih menyanyi. Menurut aku, menyanyi merupakan sebuah refelksi jati diri. Dengan menyanyi dan menciptakan lirik sendiri bisa jadi cerminan aku yang sebenarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s