Cathy Sharon: Tolak Job Demi Peran Julie

Cathy Sharon

 Yang ini bukan Julie Estele, adik Cathy. Tapi Julie yang ini adalah peran yang dimainkan mantan VJ MTV ini di film terbarunya yang berjudul The Perfect House. Film ini sendiri merupakan film bergenre thriller psikologis yang ditargetkan untuk penonton dari kalangan tertentu. Film ini disutradarai oleh Affandi Abdul Rachman. Bagi Cathy sendiri, ini film pertamanya dengan genre yang berbeda dengan film sebelumnya. Film ini sempat muhibah di berbagai Negara. mulai dari pasar film Hongkong Film Market, Screen Singapore, Cannes Film Festival, dan Puchon. Kemudian premier pada Puchon International Fantastic Film Festival 2011 pada bulan Juli di Korea dan International Premiere si Melbourne bulan Agustus.

Cewek keturunan Perancis ini memerankan tokoh utama bernama Julie, seorang guru privat yang mendapat tawaran mengajar seorang perempuan setengah baya. Film ini menceritakan tentang seorang guru privat yang diminta mengajar di sebuah rumah. Ternyata dirinya tidak sadar jika rumah tersebut penuh dengan misteri gelap yang akhirnya akan menimbulkan bahaya bagi semua orang. Cathy kemudian menceritakan suka dukanya berperan di film yang sudah diputar di festival Puchon. Ditemui di Senayan City, Jakarta, Cathy yang baru saja mempromosikan filmnya ini mau menceritakan suka dukanya bermain di film ini.

Hai Cathy, sibuk apa sekarang?

Baik nih, sekarang lagi baru mulai promo film The Perfect House. Hari ini pertama promo di O Channel. Masih banyak promo-promo kedepannya selama sebulan ini.

Film ini kan prosesnya panjang, bahkan sampai dibawa dulu ke luar negeri, gimana perasaannya?

Deg degan nih, tapi seneng juga. Apalagi sebentar lagi tayang di Indonesia. Kebanyakan dari temen-temen aku juga udah mulai penasaran dengan film ini. Mereka kan udah tau dari mulai aku syuting sampai kemarin liat posternya, makin penasaran banget. Sampe ada yang bbm, ‘Cathy itu film apa sih, film Thailand ya?’. Jadi aku sendiri juga bangga sendiri, ‘Itu film baru gue’. Sampai di bawa ke festival film Puchon, bahkan sekarang poster filmnya ada lambang-lambangnya gitu, dan mereka makin penasaran lagi, ‘kapan sih nih film tayangnya? Pengen cepet-cepet nonton deh, kayaknya seru dan rame deh’. Sekarang deg-degan nungguin pendapatnya yang nonton. Karena ini kan film bergenre Psiko thriller, film yang berbeda dari jenis film yang pernah ada di Indonesia.

Ini kan film yang beda dari film yang sebelumnya kamu mainin, pengalaman apa yang menarik?

Untuk peran, berbeda dengan film-film sebelumnya. Untuk peran Julie ini saya menolak semua job agar bisa lebih focus berperan di film ini. Ini film pertama aku yang bener-bener nggak diganggu gugat, dan aku baru kali ini ngerasain kerja jadi aktris sepenuhnya tuh kaya gini. Jadwal syutingnya sendiri emang ngga bisa di ganggu gugat. Manajer aku aja sempet bilang sayang, karena job presenter ditolak. Meskipun lokasinya memang cuma di puncak, tapi kan harus selalu stand by, kalau bolak-balik lumayan juga. Dan memang dari awal juga sutradaranya bilang kalau syuting ini gak bisa diganggu.

Ada adegan terberat gak?

Sebenernya banyak ya. Ada yang ngebuat gue geli, jijik, pokoknya banyak. Tapi menurut aku itu masih gampang. Yang ampe sekarang aku merasa menguras tenaga fisik aku adalah satu adegan dimana aku dan mba Bella berantem. Makannya kalau udah selesai aku sampai bilang ‘kayaknya gue tadi hampir kena deh’. Tapi pas udah ditonton seru banget, jadi kayak lose control, yang tadi tuh bukan aku.

Bonusnya, film ini membawa kamu ke berbagai festival, pengalaman kamu seperti apa?

Ini pertama kali ikutan festival film di luar negeri. Aku kan besar dari dunia presenter, dan ini adalah film yang aku sendiri melihatnya intens banget sebuah film ini dikerjakan. Dan tidak diganggu oleh jadwal lain, inilah pekerjaan acting, yaitu tidak diganggu dengan pekerjaan yang lain. Setelah itu bisa ikut festival, bertemu dengan orang-orang yang berkecimpung di dunia perfilman dari berbagai Negara. Aku bertemu dengan sutradara dari Argentina dan bertukar pikiran, kalau di sana ternyata aktor dan aktris ada jam kerjanya, nggak kaya disini kerjanya gila-gilaan. Perbedaan itu yang kemudian membuka mata kita dengan dunia perfilman di seluruh dunia.

Di Festival kan pertama kali kamu nonton film ini, gimana tuh rasanya di tonton bareng-bareng gitu?

Film ini kan lolos seleksi di Puchon International Fantastic Film Festival (PiFan). Respon mereka juga positif, bahkan pertanyaan-pertanyaan yang unik dan tidak diduga hadir dari mereka yang sudah menonton. Ada kejadian lucu yang pertama kali dialami aku, waktu itu aku bangunnya telat, karena buru-buru jadi lupa ngambil ID, karena ngga pake ID, pas mau masuk aku harus bayar tiket, padahal aku bilang ke yang jaga kalau aku yang main di film ini, ini pertama kalinya aku nonton premier film aku sendiri dan harus bayar, hehe..

Disini kan perannya sebagai Julie, terus gimana nih namanya sama banget dengan Julie?

Yang ini lucu sih. Aku sama Julie memang deket banget kan, bahkan kalau ada syuting kadang suka datang dan nemenin. Dia sempet main ke lokasi waktu itu, kebetulan lagi berdua pada saat itu. Karena peran gue jadi Julie, jadi kebiasaan di lokasi juga dipanggil Julie juga. Pas lagi berdua sama Julie, ada yang manggil Julie, eh kita berdua nengok, hehehe

Kenapa dulu mau nerima peran sebagai Julie?

Sebelumnya aku baca dulu, terus tau sutradaranya. Aku suka-suka aja, awalnya ditawarin datang casting dan akhirnya dapet. Aku ngerasa ini karakter yang intens, independen woman. Ceritanya ngga banyak karakter, penasaran juga sama film ini. Ini film tuh cuma berlima, dan pengen main aja. Wanita masa kini, dan berperan sebagai tutor untuk anak-anak yang special. Ngga tau juga nih, kok gue bisa dua kali meranin guru.

Ada kekhawatiran ngga dengan genre film yang ada di Indonesia seperti hantu, ini bisa diterima di Indonesia?

Ngga juga sih, mudah-mudahan film ini membuat orang-orang Indonesia bisa membuka mata setelah menonton mengenai genre film yang berbeda.

Masih ada genre film yang ingin diperankan?

Apa ya? Fantasi belum pernah, berat sih, tapi pengen sih. Peran apa aja gue mau, kalau bener-bener bisa mengasah acting dan memberikan tantangan kepada gue.

Last, kedepannya ada film atau kesibukan yang lain?

Ada film sih, tapi kan seperti biasa, masih belum boleh diomongin. hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s