Mengeksplorasi Keindahan Alam dengan Berolahraga

sfye9it3z8tjcspmr6ma

Foto: dok. Bandung Explorer

Banyak di antara kita menghabiskan waktu liburan dengan pergi traveling. Tak jarang tempat wisata alam menjadi pilihan tepat untuk melepas penat dari rutinitas sehari-hari. Namun, saat traveling atau mengeksplor suatu tempat bisa juga dilakukan sembari berolahraga, sehingga momen jalan-jalan memiliki manfaat tersendiri–khususnya menjaga tubuh agar tetap bugar.

Seperti yang dilakukan salah satu komunitas di Kota Kembang yakni Bandung Explorer. Komunitas ini merupakan perkumpulan para pelaku kegiatan olahraga luar ruang. Olahraga yang sering dilakukan, di antaranya; lari lintas alam, bersepeda, berenang, campingclimbing dan hiking. Uniknya, komunitas ini mengeksplorasi keindahan alam dengan berolahraga.

Nama Bandung Explorer pertama kali dicetuskan ketika acara lari amal pada medio 2014. Saat itu, para pelari jarak jauh harus menempuh Bandung-Jakarta. Acara tersebut digelar untuk menggalang dana membangun rumah singgah bagi penderita leukemia.

Berawal dari acara tersebutlah para pelari kemudian rutin mengadakan kopi darat dan lari bersama. Tak lama tergegaslah ide untuk merintis komunitas Bandung Explorer yang akrab dengan nama minuman khas tradisional Sunda tempat di mana mereka berpijak yakni Bandrex. Kini Bandrex memiliki kurang lebih 150 anggota dengan kisaran usia 17 hingga 60 tahun.

“Mengenai anggota kami tidak melakukan pendataan secara khusus, hingga tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Tak jarang bila ada kegiatan kami juga membawa anggota keluarga di rumah untuk ikut berkegiatan,” ungkap Dian Sukmara selaku ketua Bandung Explorer.

lqikvsdfs74ptlmn2agq

IMG20160506100350-1140x660

Seiring berjalannya waktu, lalu muncul kegiatan rutin bulanan yang diberi nama ngaprak, dalam bahasa Sunda berarti ‘jalan-jalan ke sana ke mari’. Kegiatan ngaprak diagendakan menjelajahi sudut wilayah Kota Bandung. Mereka akan membiarkan kaki melangkah ke sana ke mari melintasi kebun, bukit, hutan, jalan desa atau bahkan jalanan lintas bus besar. Walaupun melenceng atau tersesat hingga larut malam, hal tersebut menjadi pengalaman baru mengetahui dan menemukan area atau wilayah baru.

”Ngaprak sendiri buat kami mengandung arti bergerak sejauh mungkin. Sehingga memiliki daya jelajah yang luas, walaupun terkadang seringkali tidak sampai tujuan karena waktu yang terbatas. Agenda ini menjadi budaya tiga bulan sekali, biasanya kami mengadakan ‘ngaprak ngabring’ yang di umumkan terlebih dahulu di media sosial. Untuk mengakomodir keterbatasan waktu biasanya kita membuat jalur yang bisa memotong bila ada beberapa anggota yang memutuskan untuk tidak melanjutkan,” jelasnya.

Hampir seluruh dataran tinggi yang mengelilingi Bandung di jelajahi komunitas yang digaungi oleh pelaku kegiatan olahraga luar ruang ini. Begitu pula di wilayah Jawa Barat seperti Gunung Burangrang, Tangkuban Perahu, Gede Pangrango, Manglayang, Pangparang, Malabar dan beberapa bukit-bukit di seputaran Bandung. Gunung-gunung lain seperti Bromo, Tengger, Semeru, Merbabu, Merapi dan Rinjani sempat mereka jelajahi.

IMG_9552-1140x660

Selain itu, Bandrex juga pernah mengikuti sejumlah lomba, di antaranya; Coast to Coast Night Trail Ultra di Yogyakarta, Sentul Hill Trail Run, Samosir Lake Toba Ultra 50K di Aceh, Ijen Green Run di Banyuwangi, Bromo Tengger Semeru Ultra di Jawa Timur, Rinjani 100K di Lombok dan perlombaan besar lainnya. Prestasi demi prestasi diraih, seperti salah satunya anggota Bandrex yakni Ruth Theresia pernah juara 1 di Brunei Beach Bunch’s Trail Challenge 100K dan juara 2 di Penang Eco 100 Miles di Malaysia.

Salah satu tujuan komunitas Bandrex yakni memajukan olahraga luar ruang terutama lari trail, yang diharapkan dapat dikenal melalui prestasi, bukan prestise. Sikap tersebut mendorong para anggota Bandrex untuk rajin berlatih dalam meningkatkan kemapuan fisik–khususnya untuk lari trail yang lebih memasyarakat di Kota Bandung umumnya di Indonesia.

Adapun jadwal latihan rutin yang diagendakan pada hari Senin, Rabu dan Jumat di Lapangan Gasibu pada pukul 18.00 sampai 21.00 malam. Tidak ada ikatan untuk ikut berlatih. Bagi siapapun diperbolehkan datang dan bergabunng mengikuti program latihan.

“Tidak ada pendaftaran formal seperti harus mengisi formulir dan membayar administrasi anggota. Benefit yang didapat jika latihan rutin yang pasti badan sehat terhidar dari sakit,” pungkasnya.

Yusham

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.