UNPAR Rayakan Dies Natalis ke-65 Bertajuk “Menghidupi Budaya Digital Menuju Keadaban Baru”

PHOTO-2020-01-22-10-19-07 (4)

Acara pemotongan kue dan tiup lilin di perayaan Dies Natalis Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) ke-65. Foto dok. UNPAR 

Tahun 2020 menandai 65 tahun perjalanan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) sebagai institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Unpar, yang didirikan sebagai Akademi Perniagaan pada 17 Januari 1955 ini, telah memberikan kontribusi baik lewat karya para alumni berprestasinya, maupun melalui penelitian dan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh para civitas academicanya.

Menjawab tantangan zaman yang kini sarat dengan berbagai inovasi, khususnya di bidang teknologi komunikasi dan informasi, Dies Natalis ke-65 Unpar mengangkat tema “Menghidupi Budaya Digital Menuju Keadaban Baru”. Hal ini menegaskan kembali keinginan Unpar untuk terus berkembang dan berinovasi sesuai dengan perubahan yang terjadi, khususnya menanggapi disrupsi teknologi digital saat ini. Perubahan-perubahan ini diintegrasikan sesuai visi dan misi Unpar serta diaplikasikan secara nyata dalam membangun keadaban masyarakat yang lebih baik.

Rangkaian kegiatan memperingati Dies Natalis ke-65 Unpar digelar pada Jumat, 17 Januari 2020 di Kampus Unpar di Jalan Ciumbuleuit nomor 94, Bandung, dengan menghadirkan tiga mata acara utama.

Kegiatan pertama yaitu Perayaan Dies Natalis ke-65 diselenggarakan di Gedung Pusat Pembelajaran Arntz-Geise (PPAG). Kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi sebagai wujud syukur Unpar, yang dipimpin oleh Uskup Bandung Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC., Uskup Bogor Mgr. Paskalis Bruno, OFM., dan Uskup Purwokerto Mgr. Christophorus Tri Harsono. Acara dilanjutkan dengan Penyampaian Laporan Rektor Unpar, Mangadar Situmorang, Ph.D., atas perkembangan Unpar selama satu tahun terakhir.

This slideshow requires JavaScript.

Perayaan Dies Natalis ke-65 Unpar dihadiri pula oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Uu Ruzhanul Ulum, S.E., yang dalam sambutannya berharap Unpar dapat memberikan kontribusi positif demi mewujudkan Jabar Juara Lahir Batin. Turut hadir pula perwakilan dari Muspida Kota Bandung, Pengurus Yayasan Unpar, perwakilan dari perguruan tinggi lain di Kota Bandung, perwakilan mahasiswa Unpar, serta pemimpin dan tokoh masyarakat sekitar.

Dalam Perayaan Dies Natalis, dipaparkan pula Orasi dengan judul “Membangun Pendidikan Tinggi Berkualitas untuk Generasi Digital: Lomba Maraton dengan Perubahan” oleh Prof. T. Basaruddin selaku Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT. Dalam kegiatan ini, diumumkan pula nama-nama penerima Penghargaan Arntz-Geise bagi insan Unpar yang telah memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Unpar saat ini.

Kegiatan dilanjutkan dengan acara kekeluargaan bagi komunitas Unpar. Acara kekeluargaan diselenggarakan di Plaza PPAG Unpar. Kegiatan ini akan diisi dengan pemberian penghargaan bagi tenaga pendidik dan kependidikan berprestasi, penampilan dari pegawai, serta pengundian doorprize.

Sebagai wujud kecintaan Unpar kepada budaya tradisional khususnya Jawa Barat, Unpar menggelar pementasan Wayang Golek di Halaman Parkir Gedung Rektorat Unpar. Pagelaran yang mengangkat lakon “Pawana Denta Kusumah” ini dipimpin oleh dalang K.H. Deden Kosasih Sunarya, Putra Giri Harja 2. Acara pagelaran wayang golek terbuka untuk umum, khususnya bagi masyarakat di sekitar lingkungan Kampus Unpar di Ciumbuleuit, Bandung, serta disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Unpar Official. 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.