Seminar Dies Natalis ke-65 Unpar Soroti Pentingnya Peran Perguruan Tinggi dalam Pengembangan Ristek Nasional

Foto bersama Menristek, Rektor, Perwakilan Yayasan Unpar, dan Pembicara

Foto bersama Menristek, Rektor, Perwakilan Yayasan Unpar, dan Pembicara. Dok. Unpar

Sebagai bagian dari rangkaian acara memperingati Dies Natalis ke-65 Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Peran Perguruan Tinggi di Dalam Bidang Riset dan Teknologi (Ristek) Sesuai dengan Arahan kebijakan Riset Nasional.” Kegiatan berlangsung pada Jumat (24/1/2020) di Aula Pascasarjana Unpar, Jalan Merdeka, Bandung

Acara diawali dengan sambutan Rektor Unpar Mangadar Situmorang, Ph.D., yang menyoroti pentingnya pengembangan riset sebagai bagian dari pendidikan tinggi. Ia berharap forum ilmiah dapat memberikan manfaat bagi lembaga pendidikan tinggi masing-masing untuk menegaskan perannya sebagai lembaga riset dan teknologi.

“Kewajiban kita, sekali lagi, menyelenggarakan riset adalah terutama membantu masyarakat menjawab persoalan-persoalan yang ada,” ujarnya.

Seminar diisi dengan keynote speech yang disampaikan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Prof. Bambang Permadi Soemantri Nrodjonegoro, Ph.D. Kegiatan ini juga mengundang peserta dari komunitas akademik Unpar dan perwakilan perguruan tinggi lain di Kota Bandung.

Menristek mendorong akademisi untuk memulai perubahan pola pikir riset dan pengembnagan teknologi, dan yang semula. “Bapak Ibu adalah bagi dari kelompok yang bisa mengubah mindset,” ungkapnya. Hal ini diharapkan mampu menghasilkan luaran yang tepat guna dan inovatif.

“Kita harus benar-banar berubah,” lanjut Prof. Bambang, untuk menggali potensi iptek yang inovatif dalam menciptakan penguasaan iptek mandiri dan berdaya saing global “Inovasi menjadi kata kunci.” Ia mendorong komunitas intelektual di perguruan tinggi untuk berani belajar lewat inovasi sehingga menciptakan nilai tambah. Proses paten serta penelitian dan pengembangan di berbagai lini penting dalam meningkatkan nilai tambah tersebut.

Sesuai dengan ketersediaan sumber daya riset, perlu dibuat kelompok prioritas. Menristek berharap agar riset mampu menghasilkan teknologi tepat guna, karea hal tersebut masih relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia.

This slideshow requires JavaScript.

Seminar ini diisi pula dengan paparan dari dua orang akademisi Unpar, yaitu Guru Besar Taknik Kima Unpar Prof. Dr. Judy Retti Witono serta Doesn Ilmu hubungan Internasional Unpar Yulius Purwadi Hermawan, Ph. D. Pemaparan dan diskusi dipaduka oleh Kepada Lembaga Pengembangan Profesi Unpar yang juga Dosen Teknik Kimia Unpar Dr. Budi Husodo Bisowarna selaku Moderator.

Dalam presentasinya yang bertajuk “Pengembangan Teknologi Tepat Guna bagi Petani Garam di Indonesia,” Prof. Judy memaparkan latar belakang, luaran, dan tantangan bagi penelitian yang didasari oleh visi Unpar sebagai komunitas akademuk yang humanum. Berangkat dari kebutuhan pokok masyarakat yaitu garam, Prof. Judy beserta tim melakukan riset dan inovasi untuk meningkatkan kualitas garam rakyat sehingga memenuhi standar kemurnian garam industri. Pemanfaatan energi terbarukan lewat teknologi sederhana terbukti mampu mengoptimalkan produksi garam rakyat pada beberapa komunitas produsen yang menjadi mitra Unpar.

Di sisi lain, Yulius Purwadi dalam paparannya “Pengembangan Riset Kebijakan Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) Indonesia: Peluang dan Tantangan” membahas optimalisasi riset melalui skema KSST. Purwadi juga menyinggung minimnya peluang riset bagi berbagai bidang ilmu sosial dalam prioritas riset nasional. Melalui paparan tersebut, ia menyoroti urgensi kajian dalam pengelolaan pendanaan riset domestik dan internasional, khususnya dalam konteks KSST, sehingga dapat mengembangkan peran Indonesia sebagai penyedia riset unggulan di kancah global.

Dalam senimar, peserta tidak hanya berkesmpatan memperluas wawasan mereka akan pengembangan riset dan teknologi nasional. Mereka juga berinteraksi secara langsung dalam diskusi bersama para narasumber, termasuk Menristek RI. Diskusi ini akan memberi masukan bagi pemerintah dan komunitas akademik dalam meningkatkan peran masing-masing untuk meingkatkan kualitas penelitian dan pengembangan, baik di tingkat institusi juga di tingkat nasional.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.