Langkah Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pademik Virus Corona

dramatic concept, Sad businessman sitting head in hands thinking about destitution

(Ilustrasi: Getty Images)

Pandemik virus Corona membuat pemerintah meminta agar seluruh masyarakat untk lebih banyak melakukan aktivitas di rumah dan menghindari kerumunan atau social distancing. Namun tanpa disadari hal tersebut memengaruhi kesehatan mental kita.

Deborah Serani, selaku psikolog dan penulis buku Sometime When I’m Sad, seperti yang dikutip dari kompas.com, mengatakan bahwa kita harus berfokus pada kesiapsiagaan, tetap tenang, menyempatkan diri memeriksa kesejahteraan orang lain, serta melakukan perawatan diri akan membantu melalui momen seperti ini.

“Ingatkan diri kita bahwa Covid-19 adalah penyakit serius tetapi sementara, dan kehidupan akan kembali normal pada waktunya,” ujar Deborah Serani.

Wabah Covid-19 tak jarang memang membuat masyarakat panik, terlebih dengan jumlah pasien dan angka kematian yang terus meningkat, tentunya rasa takut dan khawatir semakin menghantui. Rasa gentar ini secara tak langsung bisa menyebabkan masalah kesehatan mental.

Membuat distraksi

Bagi Anda yang malas meyempatkan diri untuk membaca informasi benar, ada baiknya jika Anda langsung membuat distraksi saja. Lakukan hal yang membuat Anda senang, seperti menjalankan hobi.

“Karena otak kita dibagi menjadi dua kategori, apa yang bisa dikerjakan dan tidak. Coba perbaiki suasana hati dengan melakukan apa yang bisa, contohnya berkebun atau mendengarkan musik untuk mengalihkan pikiran dari yang tidak bisa dikerjakan itu,” ujar psikolog Lisa Damour yang dilansir dari laman New York Times.

Fokus pada diri sendiri

Mungkin Anda pernah terpikir untuk belajar sesuatu yang baru. Misalnya keahlian memasak atau menjahit? Nah, sekarang saatnya Anda untuk melakukan hal tersebut. Berfokuslah pada diri sendiri dan mulai kerjakan hal-hal produktif guna menjaga kesehatan mental Anda.

“Saya pribadi telah membuat daftar semua buku yang ingin saya baca dan hal-hal yang ingin saya lakukan,” lanjut Lisa Damour.

Tetap terhubung dengan orang-orang tercinta

Meski saat ini kita dibatasi ruang gerak, bukan berarti kita mengabaikan orang-orang tercinta gara-gara wabah yang sedang terjadi ini. Memang, kebijakan isolasi telah diberlakukan di sejumlah wilayah demi mencegah penyebaran virus Corona. Hal ini memang bisa saja membuat kita lebih stres dan kesepian.

Jalannya, Anda bisa memelihara koneksi bersama orang-orang yang disayangi, khususnya keluarga. Menelepon atau melakukan video call dengan teman-teman atau kerabat kerja termasuk cara jitu yang bisa kita lakukan untuk tetap terhubung dan menjaga kesehatan mental.

Dengan begitu kita dapat bercerita dan berbagi canda, atau membahas persoalan di luar wabah yang sedang terjadi. Hal tersebut bukan berarti Anda mengabaikan atau melupakan untuk tidak acuh terhadap wabah ini, melainkan untuk meredam kecemasan yang berlebihan. Jika Anda membagikan informasi seputar virus Corona pada orang lain, pastikan dulu bahwa info tersebut benar valid dan berasar dari sumber terpercaya.

Jaga kesehatan dengan baik

Di tengah pademi Covid-19 ini, salah satu yang bisa kita lakukan agar lebih tenang adalah menjaga kesehatan. Saat kita merasa tidak menja kesehatan dengan cukup baik, kita mungkin akan lebih takut untuk tertular. Coba untuk terapkan pola hidup sehat dengan kiat-kiat di bawah ini:

  1. Mulai mengkonsumsi makanan sehat dan seimbang.
  2. Minum air putih yang cukup, minimal 2 liter untuk orang dewasa.
  3. Tetap aktif dengan berolahraga.
  4. Tidur dengan cukup, setidaknya 7-9 jam untuk orang dewasa.
  5. Kurangi atau hentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol.

Nah, selanjutnya Anda juga harus lebih sering cuci tangan, setidaknya 20 detik dengan air bersih yang mengalir dan sabun. Lakukan hal tersebut sebelum maupun sesudah makan, serta sesudah bepergian, bersin, batuk, atau ke toilet. Jangan lupa juga untuk berdoa atau meditasi juga mungkin bisa membantu dalam menenangkan serangan panik yang berkecamuk.    

Batasi penggunaan media sosial

Di media sosial, orang mungkin berbicara tentang  kekhawatiran atau keyakinan mereka sendiri. Lalu apakah keyakinan orang tersebut merupakan sebuah fakta? Jawabannya, belum tentu.

Anda tidak perlu membuatnya sendiri, kemudian melakukan broadcast melalui grup WhatsApp. Terlalu banyak waktu dipakai untuk berselancar di media sosial dapat meningkatkan kekhawatiran dan tingkat kecemasan Anda.

WHO menyebutkan di dalam salah satu report “Mental Health and Psycosocial Considerations Durin Covid-19 Outbreak”:

“Seseorang perlu mengurangi menonton, membaca, mendengarkan berita yang menyebabkan cemasa dan merasa tertekan. Lihat berita hanya dari suber terpercaya dan terutama langkah praktis untuk mempersiapkan rencana Anda dan melindungi diri Anda sendiri beserta orang tersayang. Lihat berita terkini atau dua kali dalam sehari. Temukan fakta bukan rumor atau informasi yang salah.”

Coba pertimbangkan untuk membatasi beberapa banyak waktu yang Anda habiskan di media sosial. Seperti buka Instagram, Twitter dan media sosial lainnya.


Yusham

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.