Bagaimana Geliat Sastra di Era Digital?

Ngobrolin Sastra Bareng Ahlinya


bersama dua dosen di Departemen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS Universitas Pendidikan Indonesia (UPI): Dr. Sumiyadi M. Hum., dan Yostiani Noor Asmi Harini S. S., M. Hum.


Dr. Sumiyadi M. Hum. (Dosen mata kuliah Kesastraan di Departemen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS UPI.) Foto: Dok. Pribadi

Dr. Sumiyadi M. Hum. (Dosen mata kuliah Kesastraan di Departemen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS UPI.) Foto: Dok. Pribadi

Menurutnya, sastra di zaman kini banyak memanfaatkan media dan teknologi digital. Pada zaman kini tidak hanya dapat membaca kumpulan puisi, antologi cerpen, novel, atau naskah drama dalam wujud buku, tetapi juga dalam bentuk buku elektronik (e-book) atau format PDF yang dapat diunduh melalui internet. Media dan teknologi digital juga dapat memunculkan karya sastra yang unik, misalnya fiksi mini, haiku, dan sonian. Bererapa film juga ada yang bersumber dari media internet, misalnya film Cinta Tapi Beda bersumber dari beberapa catatan blog Dwitasari atau film Keluarga Tak Kasat Mata bersumber dari cerita bersambung di Kaskus atau novel dan film Wedding Agreement bersumber dari cerita bersambung di Wattpad.

Kemajuan sastra digital dapat memperkaya khazanah sastra kita dan dapat lebih praktis. Karya sastra dapat kita baca di laptop atau di gawai. Meskipun laptop dan gawai itu bukan milik kita, kita masih dapat membacanya jika kita menyimpannya di blog, website, pos-el, atau di-drive kita.

Budaya literasi tidak sekedar budaya baca tulis, tetapi pembudayaan mendapat akses informasi dalam berbagai media. Jadi, budaya literasi akan muncul juga saat mahasiswa memanfaatkan gawainya untuk mendapatkan jurnal, artikel, informasi mutakhir, e-book dari berbagai library-net. Informasi itu didapat secara cepat untuk kepentingan penyelesaian tugas atau penyusunan skripsi. Di media YouTube pun banyak presentasi pembelajaran dari berbagai bidang ilmu. Jika mahasiswa memanfaatkannya secara optimal.

Rintangannya, kita terkadang terjebak, tersesat, tergoda, dan asyik dengan hal lain. Misalnya, awalnya kita ingin mendapatkan artikel yang relevan dengan tugas dosen, akan tetapi karena kita menemukan berita populer yang berkaitan dengan selebritas, politikus, atau unggahan WhatsApp dari teman, niat mendapatkan artikel akhirnya terlupakan. Belum lagi jika kuota dan pulsa habis, sementara di sekitar kita tidak ada hot spot, akhirnya kita merasa menjadi orang yang paling kesepian di dunia.

Generasi milenial dan generasi Z harus melek literasi, dalam arti mampu mengakses informasi di berbagai media secara cepat dan akurat. Jadi tidak hanya melek literasi baca tulis, tetapi juga melek literasi teknologi, digital, visual, finansial, dsb.


Yostiani Noor Asmi Harini, S. S., M. Hum.(Dosen mata kuliah Kesastraan di Departemen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS UPI) Foto: Dok. Pribadi

Yostiani Noor Asmi Harini, S. S., M. Hum. (Dosen mata kuliah Kesastraan di Departemen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS UPI) Foto: Dok. Pribadi

Sastra di era digital adalah sastra yang media penyebarannya digital, sehingga dapat dinikmati secara digital. Menurutnya, kemajuan sastra digital sangat bagus, karena sastra harus senafas dengan zaman agar tak lekang dimakan waktu. Saat sastra diterapkan dalam digital, ada sisi positif dan negatif budaya literasi di era digital terutama di negara Indonesia. Sekarang masyarakat bisa lebih mudah mengakses karya sastra untuk dikonsumsi maupun memproduksi karya sastra. Rintangannya, bom informasi dapat membuat masyarakat terdistraksi. Persoalan royalti bisa saja bermasalah. Menurutnya, minat membaca generasi milenial sekarang sangat meningkat, mereka sering kali membaca status misalnya, berita, dan informasi yang ingin mereka ketahui. Persoalannya, apakah yang mereka baca itu karya sastra atau bukan?


Nafal/Belda

Categories: Question

Tagged as: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.