Jurnalis AS yang Sempat Membuat Film Dokumenter G30S ‘Terlena’ Tewas di Istanbul

Andre Vltchek, sutradara salah satu film yang membahas pembantaian G30S meninggal di Turki/Twitter/AndreVltchek.

Andre Vltchek, jurnalis sekaligus sutradara film dokumenter Amerika Serikat (AS) meninggal dunia di Istanbul, Turki. Ia ditemukan tewas di mobilnya di Karaköy.

Seperti yang dilansir dari Daily Sabah, Rabu (23/9/2020), Vltchek (57) dan istrinya, Indira Vltchek, menyewa mobil untuk melakukan perjalanan ke Istanbul dari provinsi Laut Hitam Samsun, tempat Vltchek menghabiskan waktu beberapa hari.

Dua pengemudi juga ikut menemani selama perjalanan. Ketika mereka tiba di sebuah hotel di Karaköy pada pukul 5:30 pagi waktu setempat, di mana pasangan itu berencana untuk tinggal, Indira mencoba membangunkannya. Tapi wartawan itu tidak merespons.

Istri dan sopirnya menelepon layanan darurat untuk meminta bantuan. Tim medis, yang tiba di tempat kejadian, mengumumkan kematian Vltchek. Polisi menutup jalan tempat insiden itu terjadi, sementara tim investigasi TKP menggeledah daerah tersebut.

Polisi mencatat kasus tersebut sebagai “kematian yang mencurigakan” dan melakukan penyelidikan atas kematian jurnalis tersebut. Mobil itu ditarik ke tempat parkir kantor polisi untuk penyelidikan lebih lanjut dan tubuhnya dipindahkan ke kamar mayat forensik.

Istri dan kedua pengemudi diharapkan memberikan pernyataan mereka terkait insiden tersebut. Selama hidupnya, Vltchek dikenal sebagai pewarta yang gigih. Dia kerap mengritik dan mengungkap kejahatan yang dilakukan Amerika Serikat.

Vltchek adalah jurnalis investigatif yang mendapat kewarganegaraan AS. Ia sering tampil di media internasional. Sebagai jurnalis, Vltchek juga punya pengalaman meliput di Indonesia dan Timor Leste.

Pada 2004, ia merilis dokumenter berjudul Terlena yang membahas isu seputar G30S. Mantan Presiden Gus Dur, penulis Pramoedya Ananta Toer, hingga Ilham Aidit, putra dari D.N. Aidit, ikut tampil sebagai narasumber di dokumenter Terlena.

Pada awal bulan ini, Andre Vltchek juga sempat memberikan wawancara ke media Turki yakni Aydınlık.

Sumber : Daily Sabah
Editor : Yusham

Categories: News

Tagged as:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.