Kedekatan Deddy Corbuzier dengan Sang Anak Patut Ditiru Para Orang Tua, Begini Tipsnya

Aktris sekaligus Youtuber kenamaan tanah air Deddy Corbuzier sering menceritakan tentang cara mendidik anaknya, sehingga ia dapat sangat dekat bersama Azka. Di beberapa kesempatan Deddy dan Azka bersama di satu frame, sering memperlihatkan kedekatan di antara keduanya, bahkan tak jarang Ayah dan Anak ini terlihat seperti dua orang sahabat.

Kebersamaan Azka dan sang Ayah

Seorang pakar psikologi anak asal Kanada, yakni dr. Gordon Neufeld mengungkapkan kedekatan antara orang tua dan anak adalah hal paling penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan sang Anak. Tanpa adanya kedekatan di antara keduanya, kepercayaan sang anak pada kedua orang tuanya tak akan terjalin baik. Pada akhirnya, anak justru menjadi lebih tertutup dan sering berbohong atas apa yang ia rasakan kepada orang tuanya.

Lalu bagaimana sebenarnya cara mendidik anak sehingga dapat terciptanya kedekatan yang begitu erat, agar seorang anak tidak canggung untuk bercerita atau mengungkapkan perasaannya ketika terjadi masalah, sehingga anak tidak terlibat dalam situasi yang salah, yang dapat merugikannya dan orang lain.

Sediakan Waktu Bersama Sang Anak

Andrea Piacquadio/Pexels

Hal ini sudah sangat sering terdengar, namun hal ini pula yang sering orang tua lupakan. Waktu bersama orang tua adalah hal yang paling berharga bagi anak, beberapa pakar mengatakan bahwa peran orang tua di era sekarang ini sudah tidak seperti orang tua di zaman dulu, waktu bersama anak di era sekarang amatlah sangat langka terlebih jika sang orang tua tergolong pekerja keras yang sibuk. Sebagai orang tua yang memiliki pemahaman lebih, sudah sepatutnya kita menurunkan ego dalam berkarir, cobalah sisihkan waktu untuk sang buah hati, karena seorang anak tentunya membutuhkan peranan kasih sayang dan perhatian kusus kepadanya.

Tidak perlu berpergian jauh, cukup lakukan yang sang anak gemari di rumah secara bersama-sama, seperti bermain game bersama, memasak, menonton Film di platform digital atau melakukan olahraga bersama seperti yang dilakukan Daddy Corbuzier. Sembari memberikan pemahan tentang hal yang baik dan salah baginya.

Lupakan Sejenak Pekerjaan

Tatiana Syrikova/Pexels

Meluangkan waktu rasanya tidak akan cukup jika orang tua masih di sibukan dengan berbagai pekerjaan kantornya, jangan khianati waktu bersama anak hanya karna urusan pekerjaan, jangan seakan-akan tubuh berada bersama sang anak, namun pikiran masih berada di meja kerja Anda.

Cara yang tepat dan bijak adalah menyelesaikan semua pekerjaan Anda sebelum meluangkan waktu bersama anak. Sehingga Anda tidak akan terganggu oleh pikiran tentang pekerjaan di meja kerja Anda. Lalu hal yang dapat Anda lakukan selanjutnya adalah mematikan jaringan smartphone Anda saat bersama sang buah hati, dengan demikian tidak akan ada gangguan yang bisa menghancurkan suasana kebersamaan dengan sang anak, sehingga kebersamaan dengan anak semakin berkualitas.

Berikan Sentuhan

Tatiana Syrikova/Pexels

Seorang anak pastinya akan sangat merindukan sentuhan dari orangtuanya, tidak ada salahnya untuk memberikan pelukan atau kecupan pada sang anak, agar sang anak bisa merasakan kasih sayang dari orangtuanya. Pelukan pula dapat memberikan rasa tenang dan aman bagi sang anak.

Menurut Erik Erikson seorang pakar psikolog pengembangan anak asal Amerika, rasa aman penting dimiliki setiap anak untuk mengembangkan rasa percaya dirinya dan dapat di ciptakan dari sebuah pelukan. Pelukan dapat dilakukan ketika sang buah hati hendak beristirahat pada malam hari, atau ketika sang anak sedang dalam masalah.

Hindari Melampiaskan Kemarahan Dihadapan Anak

Freepik

Setiap orangtua pasti memiliki masalahnya masing-masing, namun bukan berarti masalah dan amarah harus diperlihatkan di dalam rumah. Hindari perkataan kasar dan sikap kasar kepada siapapun dihadapan anak, karena orang tua selalu dikaitkan seperti cermin bagi sang anak, apapun yang dilakukan oleh orang dewasa selalu di ikuti oleh anak.

Sebuah penelitian dalam berbentuk video yang dikeluarkan oleh childfriendly.org.au, terlihat gerak-gerik pasangan orangtua dan anak. Ternyata semua anak dalam video tersebut menirukan apapun yang dilakukan oleh orang dewasa yang dijadikan role modelnya. Mulai dari menelepon sambil berjalan, merokok, sampai melakukan kegiatan kekerasan dalam rumah tangga. Namun, di akhir video tersebut, terlihat juga sepasang orang dewasa dan anak yang membantu mengambilkan barang belanjaan orang lain yang terjadi di jalan. Video tersebut seolah menjadi salah satu bukti bahwa anak-anak meniru perilaku orangtua mereka.

Dari hasil tersebut, bisa kita pastikan bahwa setiap tindakan yang tidak menyenangkan yang orangtua lakukan dihadapannya, akan ditiru bahkan ada kemungkinan besar jika kekerasan yang kita lakukan, akan memberikan rasa tromatik sehingga muncul lah ketidak percayaan anak kepada orang tua.


Agus

Categories: News

Tagged as:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.