Waspada Gaslighting! Taktik Manipulatif dalam Hubungan

Foto: Odonata Wellnesscenter dari Pexels

Suatu hari, Ridwan sedang mengobrol dengan pacarnya, Jesica. Ridwan berusaha mengungkapkan kesedihannya perihal hubungan mereka yang mulai merenggang. Namun, Jesica malah mengacuhkan perasaan Ridwan dengan berkata, “Apaan sih. Gitu aja baper!” Lantas Jesica pun marah dan akhirnya Ridwan meminta maaf padanya karena sudah membuat Jesica terganggu dengan ungkapan perasaannya.

Apakah kamu juga pernah mengalami kasus seperti contoh tadi? Jika iya, berarti kamu terjebak dalam hubungan manipulatif atau tepatnya dalam bentuk gaslighting.

Apa itu Gaslighting?

Merujuk ke ilmu psikologi populer, seperti yang dikutip dari situs Psychology Today, gaslighting adalah bentuk manipulasi dan pencucian otak yang dilakukan oleh seseorang untuk membuat korban meragukan dirinya sendiri. Pada akhirnya, korban merasa kehilangan persepsi, identitas, dan harga dirinya. Gaslighting merusak mental korban tanpa disadari. Dan gaslighting bisa dilakukan oleh siapa saja, mulai dari pasangan, teman, hingga bos.

Pelaku dan korban

Pelaku gaslighting atau gaslighter sering kali tidak menyadari bahwa dirinya tengah memanipulasi pasangannya. Mungkin, dia hanya merasa bahwa dia adalah orang yang selalu mengekspresikan dirinya secara langsung.

Begitu juga korban gaslighting yang kerap tidak menyadari bahwa mereka merupakan korban dari kekerasan emosional atau mental dalam satu hubungan. Sebab, kekerasan tipe ini tidak meninggalkan bekas yang bisa dilihat kasat mata. Namun, berdampak dalam jangka waktu panjang, terutama pada mental seseorang.

Ciri-ciri gaslighting :

1. Kamu meragukan diri sendiri

2. Pelaku membuatmu bingung dan tak pasti

3. Pelaku memosisikan diri sebagai korban

4. Pelaku terus membantah meski terbukti bersalah

5. Sikap dan perbuatan pelaku tak sesuai dengan perkataan

6. Pintar memanfaatkan kebaikan orang lain

7. Kamu kerap dibuat bingung dengan sisi positifnya

8. Menyebut semua orang berbohong

9. Menggunakan hal-hal berharga korban sebagai senjata

10. Mengajak orang lain untuk menyerang korban

11. Menyebarkan cerita bahwa korban tak bisa dipercaya

12. Menimpakan kesalah pada diri korban

Bagaimana cara mengatasinya?

Berikut merupakan langkah untuk membantu kamu dalam mengatasi gaslighting menurut Dr. Robin Stern:

1. Identifikasi masalah yang sebenarnya terjadi di antara kamu dan pasangan.

2. Tuliskan percakapan kamu dan pasangan di dalam jurnal. Carilah tanda-tanda pembelaan diri atau kalimat manipulatif yang diucapkan pasangan. Mengingat gaslighter sangat pandai dalam bertutur dan sangat manipulatif untuk meyakinkan korbannya.

3. Yakinkan diri bahwa kamu beharga dan berhak bahagia. Kamu punya banyak dukungan dari orang-orang sekitar. Kamu tidak perlu berkorban terlalu dalam untuk pasangan yang merupakan seorang gaslighter.

4. Bicaralah dengan keluarga dan teman dekat. Minta solusi dan pendapat mereka mengenai permasalahan yang menghampiri.

5. Fokus pada perasaan, bukan sesuatu yang benar dan salah. Jika kamu tidak bahagia atau bahkan tersiksa, tidak ada salahnya untuk mundur dan pergi demi kebahagiaan diri sendiri.




*Sumber: The Asian Parent dan berbagai sumber lainnya.

Editor: Yusham

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.