Sering Cemburu Pada Pasangan? Hati-hati Bisa Jadi Kamu Terjerat Sindrom Othello

Shutterstock

Semua orang pasti pernah merasa cemburu, apalagi dalam menjalin sebuah hubungan. Rasa cemburu yang berasal dari rasa takut kehilangan orang atau hal yang disayangi karena orang lain. Sebenarnya sah-sah saja tapi akan menjadi masalah disaat rasa cemburu itu sudah berlebihan kalo sedikit–sedikit cemburu buta yang akhirnya merasa marah kepada pasangan tanpa alasan bisa jadi itu adalah Sindrom Othello.

Apa itu Sindrom Othello?

Sindrom Othello adalah sindrom yang ditandai dengan tuduhan perselingkuhan yang berulang, pencarian bukti, interogasi berulang terhadap pasangan, tes kesetiaan pada pasangan, dan kadang-kadang mengintai pasangan.

Ciri –ciri dari Sindrom Othello

  • Meraka tidak menyadari masalahnya sehingga tidak tau bagaimana cara mengendalikan rasa cemburunya.
  • Selalu memasukan pihak ke-3 imajiner dalam hubungan.
  • Mereka selalu waspada dengan kebiasaan–kebiasaan pasangannya.
  • Selalu mencari pembenaran dari situasi penipuan.
  • Persepsi yang keliru terhadap peristiwa keseharian pasangannya.
  • Tidak mungkin untuk mengendalikan impuls, pikiran, karena persepsi salah yang dipaksakan sendiri.

Bagaimana cara mengatasi Sindrom Othello?

Psikoterapi dapat membantu menemukan kenyataan bahwa di luar keyakinan salah mereka tentang perselingkuhan pasangannya, tetapi proses ini akan sulit dilakukan ketika mereka tidak menerima kemungkinan menderita sindrom tersebut.

Maka dari itu obat antipsikotik bisa membantu pemulihan dari kontrol impuls. Namun, Sindrom Othello adalah penyakit yang kompleks sehingga diperlukan terapi pribadi yang lebih dari sekadar konsumsi obat-obatan, dan dalam hal pemakaian obat harus dikonsumsi di bawah indikasi dan pemantauan medis.

Selain itu, karena mereka adalah pasien yang sangat tidak percaya, pengawasan anggota keluarga sangat diperlukan untuk menjalani pengobatan, karena mereka sering tidak melaksanakannya dengan benar atau seperti yang direkomendasikan oleh psikolog. Sangat sedikit pasien yang secara sukarela datang berkonsultasi atau ingin menjalani perawatan, sebagian besar mereka yang sukarela berobat dan berkonsultasi adalah pasangan yang berusaha menyelamatkan hubungan yang rusak.


*Dilansir dari berbagai sumber

Penulis: Netta

Editor: Yusham

Categories: Health

Tagged as: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.