Savior Complex: Ketika Perilaku Rajin Menolong Berdampak Negatif

Foto: Polina Zimmerman dari Pexels

Kok, menolong orang dibilang negatif, sih? Itu kan hal yang baik!

Tentunya kita semua sepakat bahwa menolong adalah perilaku yang baik. Tapi ternyata, ada sifat suka menolong yang dapat berdampak negatif yaitu savior complex!

Apa itu savior complex?

Savior complex adalah tindakan menolong yang berlebihan. Mereka akan melakukan apapun untuk membantu orang lain, bahkan sampai mengorbankan urusannya sendiri, padahal belum tentu orang tersebut benar-benar perlu pertolongan, atau bahkan tidak ingin ditolong.

Ciri-ciri savior complex

  • Menghabiskan waktu untuk memperbaiki keadaan orang lain, sampai mengesampingkan urusan diri sendiri. Mereka rela sakit dan kesusahan bahkan sampai berkorban waktu dan uang demi orang lain, walaupun hal itu tidak dibutuhkan oleh orang yang ia tolong.
  • Orang dengan savior complex sangat yakin bahwa mereka mampu mengubah orang lain. Mereka akan berusaha mengubah perilaku, kebiasaan, lingkungan, bahkan karier seseorang menjadi sesuai dengan yang ia yakini baik untuk orang tersebut.
  • Ketika seseorang mengalami masalah, orang dengan savior complex akan berusaha mencarikan solusidan mendorong orang tersebut agar mengikuti solusi yang ia berikan, walaupun tidak diminta.
  • Orang dengan savior complex cenderung mendekati orang-orang yang sedang bermasalah, dan akan langsung buru-buru menolong. Mereka meyakini bahwa dirinya-lah orang yang akan mampu menyelesaikan masalah tersebut.

Akibat savior complex

“Kenapa ya aku gagal ngebantu dia? Apa salahku?

“Kok, dia enggak mau dibantu, sih? Maksudku kan baik…”

Ketika orang dengan savior complex berkali-kali gagal membantu orang, mereka dapat mengalami frustrasi, perasaan bersalah, dan marah pada diri sendiri. Mereka juga dapat memiliki rasa benci terhadap prang yang menolak pertolongannya.

Savior complex juga dapat memperburuk hubungan dengan orang yang ingin ditolong. Ketika kita selalu ingin terlibat dalam menyelesaikan masalah orang lain walaupun orang tersebut tidak memerlukannya, hal itu justru akan membuat mereka merasa risih dan tidak nyaman.

Mengatasi savior complex

  • Pahamilah bahwa setiap orang bertanggung jawab atas hidupnya masing-masing, sehingga jangan sampai Anda merasa bertanggung jawab atas setiap masalah orang lain.
  • Jangan terburu-buru menolong orang lain, pastikan apakah Anda benar-benar ingin membantunya, atau hanya ingin memuaskan “hasrat ingin menolong” dalam diri Anda.
  • Pahami sejauh mana sebaiknya Anda terlibat dalam usaha menyelesaikan masalah seseorang. Jangan sampai bantuan yang Anda berikan justru membuat orang tersebut merasa tidak nyaman.
  • Pastikan bahwa orang tersebut memang benar-benar butuh ditolong. Jangan sampai Anda mengorbankan kepentingan diri sendiri untuk orang yang tidak benar-benar membutuhkan pertolongan Anda.

Nah, jangan ragu jika Anda meminta bantuan profesional jika diperlukan, ya!


Sumber: Lingkar Psikologi

Editor: Yusham

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.