Halo Effect: Dampak Menilai Seseorang dari Kesan Pertama

Foto: Trinity Kubassek/Pexels

Barangkali beberapa dari kita masih asing dengan istilah kata ‘halo effect’. Nah, padahal hampir setiap orang kerap merasakan atau terpengaruh dengan efek yang satu ini, lho!

Apa itu halo effect?

Halo effect merupakan sebuah bentuk kognitif bias, di mana kesan pertama (first impression) kita terhadap orang lain dapat memengaruhi cara kita merasakan, memandang, dan menilai orang tersebut secara menyeluruh

Biasanya, penampilan fisik dan daya tarik merupakan faktor yang dapat menimbulkan halo effect ini. Selain itu, pengaruh halo effect membuat persepsi kita terhadap satu kualtas mengarah pada penilaian bias dari kualitas lainnya.

Mengapa kita bisa mengalami halo effect?

  1. Ketika membentuk kesan terhadap orang lain, kita tidak hanya mengandalkan informasi objektif, tetapi juga secara aktif membangun gambaran yang sesuai dengan apa yang kita yakini.
  2. Saat membentuk kesan awal terhadap seseorang, kita sering mencoba untuk membuktikan bahwa kesan tersebut benar.
  3. Terkadang terdapat situasi di mana halo effect yang timbul didasari pada pengalaman dan keyakinan di masa lalu.

Contoh halo effect, ketika mempersepsikan seseorang sebagai orang yang menarik, sukses, dan rupawan, biasanya kita juga cenderung melihat orang tersebut sebagai orang yang baik hati, cerdas, atau bahkan humoris.

Dampak negatif halo effect

  • Dapat menjadi akar dari pola pikir close minded
  • Menjadi sering melabel orang lain tanpa mengetahui kebenarannya
  • Bisa menciptakan persepsi dan pengambilan keputusan yang salah

Contoh pengaruh halo effect pada beberapa bidang

Pendidikan

Memengaruhi cara guru memandang dan memperlakukan siswa, juga sebaliknya.

Kerja

 Memengaruhi cara pandang dan penilaian atasan terhadap bawahan.

Pemasaran

Banyak perusahaan yang menggunakan publik figur sebagai brand ambassador produk karena daya tariknya.

Bagaimana ya cara meminimalisirnya?

  • Belajar untuk memandang sesuatu secara objektif
  • Berpikir secara perlahan dan hati-hati
  • Mencoba membalikkan asumsi negatif terhadap orang lain ke diri sendiri
  • Melihat segala sesuatu dari sisi yang positif, bukan negatif saja

Editor: Yusham

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.