Apakah Kamu Termasuk Orang yang Baperan? Kenali Apa itu Highly Sensitive Person

Foto: Karyme França/Pexels

Sobat Glamours, apakah kamu termasuk orang yang sangat sensitif? Jika iya, mungkin saja kamu memiliki kepribadian highly sensitive person. Sama seperti semua sifat kepribadian, menjadi sangat sensitif ada pro dan kontranya. Dengan dukungan yang tepat serta pengakuan atas kekuatan dan kelemahan sendiri, orang dengan kepribadian ini dapat mengatur lingkungan tempat mereka dapat berkembang.

Apa itu highly sensitive person?

Kepribadian ini dapat didefinisikan sebagai respons fisik, mental, dan emosional akut terhadap rangsangan eksternal (sosial dan lingkungan) atau internal (dalam diri sendiri). Orang yang sangat sensitif bisa jadi introvert, ekstrovert, atau di antara keduanya.

Ada banyak aspek positif dari kepribadian highly sensitive person, seperti kemampuan yang lebih besar untuk mendengarkan dan menegaskan, memiliki empati dan intuitif yang lebih besar, pemahaman yang lebih baik tentang keinginan dan kebutuhan orang lain, dan sebagainya.

Ingat, gejala ini bukan gangguan mental!

Highly sensitive person bukanlah gangguan kesehatan mental. Ini merupakan aspek kepribadian lain yang sifatnya ada pada setiap orang dengan kadar yang berbeda-beda. Meskipun kepribadian ini memiliki kelemahan terkait sensivitas tinggi.

Banyak tantangan

Menjadi orang yang sangat sensitif mungkin akan menemui banyak tantangan. Orang dengan kepribadian ini berjuang untuk beradaptasi dengan keadaan baru. Mungkin ia akan menunjukkan respons emosional yang tampaknya tidak sesuai dalam situasi sosial, dan mungkin dengan mudah menjadi tidak nyaman dalam menanggapi stimulasi tertentu.

Meski begitu, orang dengan kepribadian highly sensitive person sering mengaku bahwa mereka membentuk ikatan yang mendalam dengan orang lain.

Tips sederhana

Perawatan diri sangat penting untuk orang dengan kepribadian ini, terutama ketika dihadapkan pada situasi yang penuh tekanan.

Cukup tidur, makan makanan yang sehat, membatasi kafein dan alkohol, dan berbicara dengan teman yang dipercaya juga dapat membantu mengatasi tekanan.


Sumber: Lingkar Psikologi

Editor: Yusham

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.