Quarter Life Crisis, Kegalauan yang Kerap Menimpa Anak Muda

galau-2.jpg

Ilustrasi: guddi/pinterest

Quarter Life Crisis (QLC) atau Krisis Seperempat Kehidupan, biasanya tahap ini menimpa seseorang karena adanya tuntutan dan tekanan yang hadir dari diri sendiri maupun lingkungan

Berada dalam keadaan merasa tak tentu arah dan tidak tahu apa yang akan dilakukan untuk masa depan kerap terjadi pada setiap orang. Keadaan ini merupakan sebuah fase yang biasanya dialami seseorang yang memasuki rentang usia 20 sampai pertengahannya atau diakhir 30 tahun. Pada fase tersebut banyak orang sulit menentukan kehidupannya ke depan, sulit memilih hal apa yang akan dikerjakan, ragu terhadap dirinya sendiri, memikirkan semua permasalahan bahkan sampai menimbulkan kecemasan dan ketakutan akan masa depan.

Fase tersebut kerap dikenal dengan nama Quarter Life Crisis (QLC) atau Krisis Seperempat Kehidupan, biasanya tahap ini menimpa seseorang karena adanya tuntutan dan tekanan yang hadir dari diri sendiri maupun lingkungan. Hal tersebut, membuat seseorang harus mengevaluasi mimpi-mimpi dan memilihnya untuk menjadi realistis. Terkadang sisi perfeksionis dalam diri juga muncul, mengakibatkan seseorang menyalahkan dirinya sendiri atas tidak tercapainya sesuatu keinginan. Selain itu keadaan krisis ini dapat terjadi saat adanya perbedaan pendapat antara keluarga, pekerjaan dan pertemanan.

QLC ini sebenarnya tidak perlu dicemaskan, karena semua orang akan melewatinya dan dapat diselesaikan. Menurut peneliti Psikologi dari University of Greenwich, London, yaitu Dr. Olive, mengungkapkan terdapat empat fase dalam QLC: Pertama, perasaan terjebak dalam suatu situasi, entah itu pekerjaan, relasi, atau hal lainnya. Kedua, pikiran akan adanya perubahan mungkin saja terjadi. Ketiga, waktu untuk membangun kembali hidup yang baru. Dan keempat adalah fase mengukuhkan komitmen baru terkait ketertarikan, aspirasi, dan nilai-nilai yang dipegang seseorang.

Tentunya Anda pasti pernah dan akan merasakan beberapa keadaan tersebut. Kebanyakan orang mungkin menganggap ini sebagai sebuah masalah yang mengancam dan tidak ingin hal ini terjadi pada dirinya. Namun, di sisi lain, keadaan ini juga sangat diperlukan. Adanya fase ini dapat membuat Anda mencoba untuk berdamai dengan diri, melakukan evaluasi dengan keadaan yang ada dan lebih terbuka untuk menemukan jati diri.

Hal yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi keadaan ini adalah dengan sikap jangan terlalu larut dalam kecemasan, kebingungan dan kegelisahan, karena sebenarnya Anda mampu untuk mengatasinya. Anda juga bisa mulai memahami keadaan quarter life crisis Anda saat ini. Ingat setiap orang memiliki keadaan krisisnya masing-masing dan Anda tidak perlu merasakan beban karena adanya hal ini. Anggaplah keadaan ini adalah fase menuju ke kehidupan selanjutnya.

Mengetahui kemampuan dalam diri juga bisa menjadi salah satu cara agar Anda dapat keluar dari keadaan ini. Ketahuilah setiap orang memiliki kemampuan masing-masing, Anda tidak bisa menyamakan diri Anda dengan orang lain. Membanding-bandingkan diri dengan orang lain malah akan memperburuk kondisi, karena membuat Anda berpikir bahwa Anda jauh tertinggal. Anda perlu segera mengetahui keadaan ini, mencoba mengerti dan mulai mencari apa yang ingin Anda lakukan dan tentunya sesuai dengan kemampuan Anda.

 


Anggi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.