Tembang “Sesaat Kau Hadir” Milik Utha Likumahuwa Dikemas Ulang dengan Konsep Retrofuturistik

Utha Likumahuwa (Foto: Warner Music Indonesia)

Lagu milik mendiang Utha Likumahuwa bertajuk “Sesaat Kau Hadir” dikemas ulang. Aransemen berbeda dihadirkan dengan nuansa yang lebih modern dan milenial.

Kini, karya pop klasik Utha Likumahuwa ini hadir dengan nuansa remix. Musikus bernama CVX mengemas ulang tersebut dengan nuansa modern namun menghadirkan konsep retrofuturistik.

Ikki Witjaksono adalah sosok di balik CVX yang bertanggung jawab meremix “Sesaat Kau Hadir”. Nuansa 1980-an yang kental; berbasis elektronik, dengan corak new wave/retrowave kuat tak hilang dalam Sesaat Kau Hadir yang tampil lebih modern.

“Saya mencoba bikin remix yang tetap singable seperti lagu aslinya, namun dengan mood dan energi yang berbeda. Saya membayangkan menyanyikan lagu ini sambil high-speed night driving. Haha,” ujar Ikki/CVX dalam keterangan resminya yang diterima starglammagz.com, Rabu (18/11/2020).

Mengemas ulang lagu berkarakteristik kuat seperti “Sesaat Kau Hadir” dari Utha Likumahuwa tentunya tidak mudah. Ikki harus meramu musik namun tidak menghilangkan ruh Utha dalam lagu tersebut.

“Saya harus buat musik yang danceable tapi juga mencocokkan dengan suara Utha Likumahua, sehingga seakan-akan beliau memang menyanyikan di atas musik yang saya buat,” jelasnya.

Sesaat Kau Hadir juga hadir dalam dimensi visualizer. Untuk menghadirkan visual yang kuat Ikki menggandeng seniman 3D, Okky Firmansyah. Menghadirkan nuansa modern namun tetap ada warna dan benang merah gaya 1980-an.

“Proses kreatifnya; mengkombinasikan ciri khas gaya retro/vaporwave ala ’80-an dengan gaya surealis yang diolah melalui software grafik 3D,” tambah Okky.

Sementara itu, sang sutradara visualizer, Henry Foundation menggunakan pita VHS sebagai pondasi awal. Jadi saya bikin grafisnya, kemudian print visual tersebut ke pita VHS, karena saya memang ada alatnya. Jadi konsepnya, di-print ulang lewat VHS,” jelas Henry. “Ternyata hasilnya cukup otentik; kualitas VHS asli dengan resolusi rendah. ‘Buruk’ tapi estetik; VHS-aesthetics.”

Editor: Yusham

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.