Ridwan Kamil dan Mahfud MD Bikin Hebohkan Medsos, Saling Balas Cuitan Terkait Kerumunan Penjemputan Rizieq

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Jabar, Bandung, Jawa Barat, Rabu (16/12). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai adanya kerumunan massa FPI (Front Pembela Islam) di sejumlah tempat saat kegiatan penjemputan Habib Rizieq Shihab disebabkan adanya pernyataan dari Menko Polhukam Mahfud MD.

Mahfud MD dan Ridwan Kamil terlibat saling balas cuitan di Twitter pada Rabu (16/12/2020) malam. Perkara ini berawal dari pendapat Kang Emil, sapaan karib Ridwan Kamil, usai dimintai keterangan di Mapolda Jawa Barat dalam kasus protokol protokol kesehatan Rizieq di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Ia beranggapan bahwa pernyataan Mahfud menjadi awal dari rentetan kekisruhan Rizieq. Tepatnya, ketika Mahfud mengumumkan kepulangan Rizieq ke Tanah Air pada 5 November 2020.

“Izinkan saya beropini secara pribadi terhadap rentetan acara hari ini. Pertama, menurut saya, semua kekisruhan yang berlarut-larut ini dimulai sejak adanya statement dari Pak Mahfud, di mana penjemputan HRS ini diizinkan,” ujar Kang Emil seperti yang dikutip dari detik.com, Rabu (16/12/2020).

Opini Kang Emil memantik Mahfud untuk angkat bicara. Ia pun membubuhkan cuitan melalui akun Twitter-nya, @mohmahfudmd pada Rabu (16/12/2020) malam. Mahfud menyatakan siap bertanggung jawab atas tuduhan “biang” kekisruhan ini.

Kang Emil mempertanyakan tanggung jawab pemerintah pusat dalam kasus ini. Menurutnya, pemerintah daerah dan pusat seharusnya mempunyai tanggung jawab bersama dengan kasus-kasus yang terkait dengan Rizieq.

“Siap pak Mahfud. Pusat daerah hrs sama2 memikul tanggung jawab. Mengapa kerumunan di Bandara yg sgt masif & merugikan kesehatan/ekonomi, tidak ada pemeriksaan sprt halnya kami berkali-kali. Mengapa kepala daerah terus yg hrs dimintai bertanggung jawab. Mhn maaf jika tdk berkenan.” Tulis Kang Emil

Dalam cuitan lainnya, Kang Emil mengingatkan Rizieq dan pimpinan masyarakat, bahwa percaya diri menghadapi Covid-19 bukan semata-mata karena peran pemerintah.

“Pesan saya utk HRS & para pemimpin masy, keberhasilan atasi covid ini hrs dua arah, tdk semata pemerintah. Ayo produktif tapi taat prokes. Kasihan nakes tni polri. Harus ada ketaatan. “Ati’ullaha wa ati’ur rasula wa ulil amri minkum”-Taatlah kepadaNya, rasul & pemimpin diantaramu,” tulis Kang Emil dalam akun Twitter pribadinya.


Sumber: Kompas.com

Editor: Yusham

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.