Bisnis Preloved Kian Marak: Bekas Tetap Berkelas

http://www.studyinstockholm.se

Di era media sosial ini, semakin banyak masyarakat membuka bisnis maupun berjualan secara online di berbagai bidang. Salah satu hal yang paling banyak dijadikan bisnis yaitu barang-barang bekas seperti jaket, kaos, kacamata, atau apapun yang berhubungan dengan pakaian maupun aksesorisnya.

Fenomena mengkonsumsi pakaian bekas ini sebenarnya beriringan dengan maraknya musik disko ala 80-an yang identik dengan pakaian unik dan funky kembali menyebar di kalangan anak muda dari tahun 2016-an hingga kini.

Barang bekas sendiri sebenarnya dari dulu sudah banyak dijual oleh penjual loak di pinggir jalan. Namun seiring berjalannya zaman, penjualan barang bekas rupanya sudah menjadi ladang bisnis bagi para remaja dengan strategi pemasaran yang terkesan segar dan baru di mata banyak orang. Tak jarang juga kita menemui istilah ‘preloved’ di akun media sosial yang menjual barang-barang tersebut.

Ternyata istilah tersebutlah yang membedakan jenis barang ‘preloved’ dan barang bekas. ‘Preloved’ lebih merujuk pada barang-barang bermerk terkenal yang sudah pernah dipakai atau sudah tidak terpakai yang dijual dengan harga relatif murah dari harga aslinya namun sedikit lebih mahal dari harga barang bekas pada umumnya.

Sedangkan barang bekas sendiri relatif lebih luas cakupan artinya, bisa berupa barang bekas yang memang tidak bermerk namun masih berfungsi bisa juga berupa barang bermerk yang sudah tidak berfungsi atau sebaliknya. Namun sebenarnya banyak pula penjual preloved yang mencari barang-barang bekas bermerek di tempat penjualan barang loak untuk dijual lagi atas nama sosial media mereka.

Jadi, sebenarnya istilah ‘preloved’ digunakan agar tidak terkesan menjual barang murahan atau barang bekas yang terkadang sering diartikan sebagai barang jelek oleh banyak orang.

Tips Berbelanja Barang ‘Preloved’

1. Periksa kondisi barang

Kondisi barang harus dipastikan masih layak pakai. Jangan sampai ada sobek jahitan atau mungkin ada bekas tumpah noda yang tidak bisa hilang.

2. Pintar menawar barang

Harus pintar menawar agar tidak rugi dan meminimalisir pengeluaran untuk membeli barang bekas. Apalagi jika pada barang yang kita tertarik terdapat kekurangan seperti yang disebutkan di atas, bisa jadi pertimbangan untuk menawar lebih jauh lagi dari harga yang ditawarkan.

3. Yakinkan diri sendiri

Tentukan pilihan, agar tidak menyesal dan jadi tidak terpakai.

4. Gerak cepat

Jika berbelanja melalui media sosial, harus dengan cepat menghubungi penjual agar barang yang diincar tidak didahului oleh pembeli yang lain.

5. Bersihkan barang yang dibeli

Sesampainya barang tersebut di rumah, pastikan anda tidak memakainya terlebih dahulu, alangkah lebih baik jika dicuci dulu agar dijauhkan dari noda dan bakteri yang ada. Apalagi jika kamu membelinya langsung di tempat.


Penulis: Reyhan Gyanie

Editor: Yusham

Categories: Fashion

Tagged as: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.