(Music Update) Lewat Album “Sejak Tak Lagi Bersama”, Gunsaleh Siap Lupakan Kenangan Pahit.

Setelah merilis single ketiganya pada tahun 2020, Gunsaleh kembali merilis album perdananya bertajuk “Sejak Tak Lagi Bersama” pada 12 Februari 2021. Rilisan yang sebelumnya sudah dapat didengar digerai music digital seperti Spotify, iTunes dan lain-lain. Album ini didominasi oleh kisah percintaan.

“Kadang aku ngerasa lucu, kayaknya aku sering banget patah hati. Kadang malu. Kayaknya ngenes banget hidupku ini.” tuturnya.

“Tapi aku bersyukur aku udah sampai di tahap ini. Aku bisa menerima kepergian mereka, album ini jadi tempat aku mencari jawaban yang tepat untuk mengikhlaskan kepergian mereka. Karena pernah juga ada yang tiba-tiba hilang, ga bilang-bilang. Mungkin karena sungkan mau bilang alasannya. Oh ya, Mereka ini bukan karena aku banyak pacar ya mas, tapi banyak putusnya.” timpalnya sambil tertawa.

Lewat album perdananya “Sejak Tak Lagi Bersama”, Gunsaleh mengajak para penikmat musik untuk merefleksikan kenangan pilu, bahagia, dan syukur.

“Aku rasa kita semua pernah merasa kehilangan, entah itu kehilangan orang yang kita sayang, kehilangan mimpi bahkan tujuan atau makna hidup kita. Bagiku, Sejak Tak Lagi Bersama itu adalah sebuah pertanyaan besar untuk kita dan untuk menjawabnya kita harus mampu menerima dan mengikhlaskan semua yang masih mengganjal.”

Ketujuh lagu yang dirilis tersebut merupakan sebuah rangkaian dari pertanyaan besar yang sering menghampiri dirinya. Sejak tak lagi bersama, kamu akan kemana?

Album Sejak tak lagi bersama akan bicara tentang beberapa kejadian masa lalunya yang paling membekas sampai masa depan yang saat ini dia jalani.

Artwork album Sejak Tak Lagi Bersama digarap oleh Raja Gama Era, seorang arsitek yang cukup aktif didalam pergerakan sosial dan kegiatan kreatif di Kota Malang.

Perjalanan cinta Gunsaleh diawali dengan ketiga singlenya yang telah dia rilis. Fatamorgana yang berkisah tentang di-PHP gebetannya, Wanita yang dimarahin mantan pacarnya dulu, dan Sejak Tak Lagi Bersama yang menceritakan tentang keterlambatannya menyadari perasaan cintanya pada sahabatnya,

Dalam prosesnya, pengerjaan album ini dibantu oleh Fibe (vocal), Hanung (Clarinet, Bass), Timo (Violin, Maracas), Decky (Piano), Puput (Gitar), Rio (Gitar), Abet dan Gege (Kajon).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.