Komunikasi Yang Efektif Lewat Story Telling

Latihan Story Telling atau menyampaikan sebuah cerita sama saja seperti mengasah kemampuan komunikasi. Jika anda berencana ingin menjadi seorang pembicara, berlatih story telling  akan sangat membantu. Kalaupun tidak ingin menjadi seorang pembicara, tentu latihan story telling ini mempunyai banyak manfaat terutama menjadi sebuah kemampuan yang unik untuk anda dalam kehidupan sosial.

Story Telling adalah keterampilan berbicara yang sangat bermanfaat ketika mengajar, negosiasi dalam bisnis, melakukan wawancara atau interview dan menjalani kehidupan sehari-hari. Lalu bagaimana caranya berbicara dengan metode story telling ? ada 4 hal yang harus dibutuhkan diantaranya, Tema. Konflik, Simpati, dan solusi. Ditambah 2 faktor tambahan yaitu pembalikan dan alasan. Yuk Kita simak pembahasannya.

Tema

Harus memiliki Tema yang menonjol, cerita menonjol biasanya akan disukai oleh banyak orang, seperti cerita legenda, atau dongeng klasik yang hingga saat ini pun masih banyak orang yang ingin membacanya atau mendengarkannya karena mempunyai tema yang menarik untuk dapat diceritakan. Yang terpenting cerita yang ingin disampaikan harus konsisten dengan satu tema.

Konflik

Konflik dan Klimaks merupakan unsur yang tidak dapat dipisahkan dari kisah yang menarik, semakin konfliknya mendalam maka akan menjadi daya tarik sendiri terutama orang-orang akan menjadi penasaran. Termasuk semakin berlipat emosi dalam cerita. Jangan lupa konfliklah yang membuat orang-orang yang tenggelam dalam cerita.

Simpati

Tema dan konflik saja tidak cukup untuk menghidupkan cerita jika pendengarnya tidak dapat merasakan simpati terhadap cerita tersebut. maka harus ada simpati yang diceritakan agar orang-orang terhanyut terbawa perasaan dalam ceritanya, dan hal ini pun meningkatkan rasa kepedulian dari orang-orang yang mendengarkannya. Juga yang terpenting cerita tersebut harus mudah dipahami agar bisa menarik simpati.

Solusi

Cerita yang dramatis harus menyajikan sebuah solusi terhadap terjadinya konflik. Cerita yang dinilai bagus adalah bisa mengatasi konfliknya. Juga perhatikan alur cerita yang anda ceritakan, sampaikan secara terstruktur agar orang-orang memahami maksud yang anda sampaikan, usahakan jangan terlalu berlebihan yang terpenting antara konflik dengan solusi yang anda ceritakan masih mempunyai keterkaitan.

Adapun faktor tambahan lainnya adalah pembalikan, yang berfungsi untuk memberikan kejutan pada jalan cerita yang dianggap membosankan, alur cerita yang tidak sama sekali tidak bisa ditebak tentu akan memancing rasa penasaran, dan konsentrasi. Lalu selanjutnya adalah alasan untuk membuat kenapa cerita tersebut harus dipercayai, setidaknya anda harus memberikan alasan agar tidak dianggap mengada-ngada atau berbohong, semakin kuat alasan anda cerita yang anda ceritakan bisa diterima oleh orang-orang.

Intinya Story Telling adalah teknik berbicara yang diperlukan oleh pekerjaan profesional seperti Dokter, Pengacara, dan akuntan publik, termasuk profesi lainnya. Anda pun bisa melatih story telling yang merupakan bagian dri kemampuan komunikasi. Tertarik belajar story telling ? selamat mencoba.

Referensi Buku : Bicara Ada Seninya, Rahasia Komunikasi yang Efektif – Oh Su Hyang (Dosen & Pakar Komunikasi Terkenal di Korea Selatan)

Categories: Figure, Uncategorized, Work

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.