Suara Kayu Merilis Lagu 24 Jam, Bentuk Romantika Anak Muda Jaman Sekarang

Suara Kayu merupakan grup duo yang terbentuk ketika masa karantina. Awalnya dimulai dari Dewangga Elsandro dan Ingrid Tamara membuat kolaborasi untuk konten YouTube mereka. Kegiatan kolaborasi ini pun berlanjut menjadi kegiatan rutin sesi songwriting yang akhirnya membuahkan lagu mereka berjudul Miniatur, yang mendapatkan respon bagus dan berhasi memasuk top 50 viral chart di Spotify. Suara organic gitar akustik dan lirik yang dikemas dengan unik merupakan ciri khas mereka yang berhasil menarik perhatian pendengarnya.

Artwork Suara Kayu – 24 Jam

Suara Kayu sebelumnya merilis lagu mereka yang berjudul Kaktus (Kaka adik tanpa status) di bulan April dan mendapatkan respon yang baik dari pendengarnya, mencapai lebih dari 120 ribu streams sampai hari ini. Melihat arah yang baik dari Kaktus, kini mereka mengeluarkan single terbaru mereka yang berjudul 24 Jam. 24 Jam bercerita tentang perasaan bahagia si pasangan yang ingin menghabisakan waktu dengan si dia. Bagaimana perasaan yang dialami selalu kangen saat tidak bersama. Ketika sudah menghabiskan waktu pergi bersama- sama dari pagi sampai sore, ternyata masih tak cukup waktu yang dirasakan olehnya. Dan bagaimana di malam hari, saat sendirian dikamar dan siap untuk tidur, dia memeluk guling dan menarik selimutnya sambil membayangkan pasangannya juga ada di malamnya, ingin bersama hingga 24 jam. Lagu ini memberikan karakteristik Suara Kayu dengan mempunyai lirik yang unik dan memberikan sisi emosional lebih dalam dari mereka, dan dikemas dengan sangat indah.

“Lagu 24 jam ini terbilang cukup singkat proses aransemen musik nya. Waktu di hari rekaman, terpikirkan dari awal sampe akhir full ukulele yang nge-lead karena kesan lullaby versi suara kayu keluar. Sisanya ya jalan saja dari segi chord, mood dan pemilihan instrumen pendukung nya. Intinya bagaimana caranya tetap bisa membuat lagu ini menjadi lagu tidur yg simple, walau liriknya bercerita. Kesan kami dari lagu 24 jam, semoga lagu ini bisa mewakili suara rindu untuk si dia, ingin menghabiskan sepanjang waktu bersama. Waktu buat lagu  dan nyanyiin lagu ini bisa ngerasain momennya dan senyum-senyum sendiri. Semoga kawan suara kayu semua bisa rasain hal yang sama ya”, kata Ingrid.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.