Yuk, Kabur Dari Toxic Relationship

2fbb89a6-b76a-468e-bca7-ab5ae9bba656-shutterstock-1487396249

Ilustrasi: Shutterstock

Racun enggak cuma ada di makanan, hubungan juga ternyata bisa mengandung racun. Tau gak soal toxic relationship? Itu merupakan sebuah istilah dari hubungan yang enggak baik mengandung racun dan bisa membahayakan kesehatan mental.  Jangan sampai hubunganmu dengan orang tersayang ternyata termasuk toxic relationship yang akan membuatmu merasa dirugikan, terkuras, dan kadang-kadang bahkan bikin putus asa.

Kamu terus merasa serba salah ketika ingin mengakhiri hubungan seakan duniamu akan berhenti, tapi ketika dilanjutkan kamu sudah tidak kuat.

Toxic relationship akan menyebabkan kekacauan pada seseorang yang mengalaminya. Tapi ketika mengalaminya, kamu tidak harus menjadi lemah, tertindas atau tidak aman. Kamu harus tau apakah kamu dalam cengkeraman toxic relationship atau tidak?

“Kamulah milikku”

Dalam situasi ini, diantara keduanya ada yang merasa bahwa pasangannya hanya dimiliki olehnya. Hal ini menyebabkan toxic-toxic lain seperti cemburu berlebihan, mengekang, bahkan sampai mengancam.  Bahkan, ada yang sampai berani melukai fisik juga lho.

Terus mengungkit

Setiap orang pasti punya kesalahan, dalam toxic relationship salah satu diantaranya terus mengungkit kesalahan pasangannya secara berlebihan. Menyebabkan pasangannya terus merasa bersalah dan tidak leluasa dalam menjalani hubungan kedepannya.

Meledak tiba-tiba

Sebuah hubungan tidak akan terlepas dari sebuah masalah, ada baiknya hal itu dikomunikasikan dengan baik.  Dalam toxic relationship seseorang memendam kekesalannya secara terus menerus sehingga menumpuk dan tiba-tiba meledak secara besar-besaran.

Jadi apa yang dilakukan jika hal tersebut terjadi?

Pertama, pahami terkait hubungan yang sehat dan amati apakah benar hubunganmu sudah termasuk toxic? Jika pasanganmu melakukan tindakan yang melukaimu segera dokumentasikan hal-hal yang bisa menjadi barang bukti, misalnya rekaman percakapan yang berisi caci maki, rekaman tulisan kasar, atau kalau ada bentuk kekerasan fisik, simpan foto dan pakaian yang dipakai. Ketika sudah terjadi, ambil keputusan untuk mengakhiri hubungan lalu kembali fokus pada dirimu sendiri dan pastikan hal-hal tersebut tidak akan pernah terulang kembali.

Semoga kamu dijauhkan dari toxic relationship ya.

Nafal Awalya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.