5 Dampak Jika Orang Tua Sering Mengekang Anaknya

Setiap pasangan yang menikah tentu harus siap fisik dan mental karena bakal memiliki anak di kemudian hari. Akan tetapi menjadi orangtua pun juga tidak bisa sembarangan sebab kita tidak hanya membesarkannya namun juga harus bisa mendidiknya dengan baik. Dalam mengasuh anak inilah ada satu kesalahan yang bisa dikatakan cukup banyak dilakukan para orangtua, Kesalahan itu ialah mengekang pada anak. Memang hal itu dimaksudkan untuk menjaga anak dan khawatir terjadi hal yang tidak-tidak pada anak, tapi tahukah kamu kalau mengekang anak bisa berdampak buruk bagi perkembangan mentalnya? Apa saja dampak jika orang tua  terlalu sering mengekang anak? Yuk simak penjelasannya dibawah ini

Anak merasa tidak punya kebebasan

Alasan pertama mengapa mengekang anak itu tidak baik adalah dirinya bisa merasa tidak punya kebebasan. Hal ini tentu bukanlah sesuatu yang bisa kita anggap sepele, karena kalau sejak kecil dia mudah stres maka tingkat emosinya juga tidak akan stabil, dalam artian ketika dewasa bisa mengakibatkan dia menjadi sosok yang gampang emosi atau marah.

Kaku dan tidak pandai bergaul

Anak bisa menjadi sosok yang tak pandai bergaul. Pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial, dan apa jadinya jika dia dewasa nanti malah tidak bisa beradaptasi dengan orang-orang di lingkungan kerjanya? Inilah dampak dari kekangan orangtua memang tidak akan langsung terlihat, tapi itu akan sangat mempengaruhi dirinya kedepannya

Jadi lebih suka menyendiri

Jika anak di kekang maka akan berdampak pada pembentukan karakternya yang bisa saja menjadi sangat suka kesendirian atau introvert, atau malah menjadi individualis. Dia jadi terlalu nyaman dengan dunia yang dia miliki sendiri dan tentu saja itu bukanlah hal baik untuknya, sebab ada saat-saat dimana ia membutuhkan orang lain dan berinteraksi dengan mereka.

Anak menjadi tidak mandiri, karena kurangnya wawasan dunia luar

Anak juga bisa menjadi seseorang yang tidak bisa mandiri, karena sejak kecil orangtuanya terlalu overprotective, mengawasi dan menemaninya kemana saja. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa melepas anak akan membuat orangtua mana saja khawatir, tapi percayalah bahwa anak juga butuh waktu untuk dibiarkan bersaha sendiri dan mengeksplorasi dunia luarnya agar bisa bersosialisasi dengan orang sekitar

Tidak pernah menjadi dirinya sendiri

Tidak sedikit anak-anak yang memiliki orangtua overprotective terhadap dirinya memendam perasaan sedih, dan itu karena dia tidak pernah memiliki kebebasan untuk menjadi diri sendiri. Hal ini tidak hanya berdampak pada mentalnya yang tidak bahagia, tapi juga hubungan antara orangtua dan anak yang kemudian akan menjadi semakin renggang karena selalu mengatur hidupnya.

Categories: Love Life, Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.