Mengenal Knitwear, Rajutan yang Telah Ada Sejak Abad ke 5

Pakaian rajut atau Knitwear belakangan ini kembali menjadi primadona dan digemari berbagai kalangan. Bahannya yang hangat dan mudah dipadupadankan membuat pakaian rajut tak lekang oleh waktu dan dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan. Namun, tahukah Anda bahwa pakaian rajut telah ada sejak lama?

Rajutan diperkirakan berasal dari wilayah Timur Tengah sejak abad ke 5. lalu dibawa oleh para pedagang wol ke daratan Eropa pada abad ke 13. Pertengahan abad ke 15, pakaian rajut semakin digemari dan menghasilkan sweater rajut yang kerap dipakai para biarawati.

Semakin lama, pakaian rajut memiliki nilai eksklusifitasnya sendiri. Hal ini terjadi ketika bangsawan di daerah Eropa mulai menggunakan pakaian rajut. Pada masa ini, pakaian rajut dirasa memiliki nilai tinggi karena dianggap unik dan elegan.

Pakaian rajut akhirnya diproduksi secara massal di wilayah Skotlandia karena permintaan pasar yang banyak. Pada mulanya hanya mengekspor kaos kaki rajut ke wilayah Eropa, semakin lama pakaian rajut pun mengalami modifikasi. Para pengrajin mulai membuat topi, tas, cardigan, dan berbagai jenis pakaian lainnya.

Namun pada masa perang dunia pertama, orang-orang tak begitu tertarik dengan tren pakaian. Sehingga pakaian rajut beralih fungsi menjadi pakaian penghangat bagi tentara di medan perang, melepaskan fungsi eksklusifitasnya.

Selepas perang dunia, pamor pakaian rajut kian melejit karena semakin dikenal oleh masyarakat di berbagai dunia.Bahkan di Inggris, banyak domba yang khusus dikembangbiakan demi membuat benang dengan kualitas yang tinggi. Motif dan model pakaian rajut pun semakin bervariasi. Kegiatan merajut pun kian digemari.

Namun pada tahun 1980-an pakaian rajut kehilangan peminatnya. Masyarakat menganggap pakaian rajut terlalu tua dan sudah kehabisan masanya. Hal ini berimbas pada industri benang yang mulai bangkrut. Pada masa ini, pakaian rajut tergantikan oleh pakaian yang lebih berwarna dengan motif yang besar.

Knitwear | Fabiana Filippi

Masuk ke abad 21, tren pakaian rajut mulai menemukan masanya kembali. Hal ini didukung penuh oleh adanya internet, dimana orang-orang mulai menggalakkan kembali kerajinan tangan untuk mengisi waktu luang. Bahan-bahan yang digunakan pun mulai beragam dan dirasa lebih terjangkau dibandingkan rajutan pada masa lalu.

Karenanya, kini kita dapat menjumpai pakaian rajut di sekitar kita. Dengan beragam model dan warna, pakaian rajut dapat dikenakan dalam berbagai suasana. Apakah Anda menyukai tren pakaian rajut juga?

Categories: Fashion

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.