Waspada! Ini Dampak Memaksa Kehendak Kepada anak

Setiap orangtua tentu menginginkan yang terbaik bagi anaknya. Memaksakan kehendak pada anak dengan dalih kebaikan, pun menjadi hal yang tak jarang ditemui. Orangtua yang memiliki pola asuh otoriter akan cenderung menetapkan batas-batas yang tegas dan tidak memberi peluang besar bagi anak untuk mengemukakan pendapat. Orangtua otoriter juga umumnya bersikap sewenang-wenang dalam membuat keputusan dan memaksakan peran atau pandangan pada anak, atas dasar kemampuan dan kekuasaan diri.  Namun, adakah dampak memaksakan kehendak pada anak? Terutama bagi kesehatan mental dan perkembangan karakternya? Jika orangtua menerapkan pola asuh seperti ini, akan ada cukup banyak dampak negatif bagi tumbuh kembang dan pembentukan karakter anak. Lalu apa saja dampaknya bagi sang anak jika memaksa kehendak dari orang tuanya? Yuk simak beberapa ulasan dari dampak memaksa kehendak orang tua kepada anaknya diantranya :

Takut Berpendapat

6 Penyebab Anak Pendiam Ini Wajib Orangtua Ketahui

Anak yang dibesarkan dengan orangtua yang suka memaksakan kehendak akan cenderung takut untuk mengemukakan pendapat, ketika memasuki dunia sekolah dan kerja. Sebab, orangtua mereka terbiasa untuk menutup rapat-rapat ruang untuk berdiskusi. Hal ini akan membuat anak merasa ragu dan takut ketika akan mengutarakan pendapatnya pada orang lain. 

Tidak Bisa Membuat Keputusan

Cara Agar Anak yang Tertutup Mau 'Murah Omong' pada Orang Tua

Tak hanya takut berpendapat, anak yang dibesarkan dengan pola asuh otoriter juga akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak bisa membuat keputusan sendiri. Hal ini karena sejak kecil mereka terbiasa mengikuti semua hal yang dikatakan dan diputuskan oleh orangtuanya.

Agresif

Sifat Agresif pada Anak Laki-laki Berhubungan dengan Kekuatan Tubuh

Pola asuh keras ini kerap disertai dengan hukuman fisik sebagai ganjaran, jika anak melakukan kesalahan. Hal inilah yang dapat membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang agresif. Agresivitas ini umumnya terbentuk dari kemarahan atau perasaan negatif yang tertumpuk. Jadi, ketika anak sering mendapatkan hukuman fisik, mungkin saja ia menjadi marah dengan keadaan, lalu menyalurkannya dalam bentuk agresivitas pada orang lain. 

Mengganggu Kesehatan Mental

Anak Selalu Murung? Waspada Depresi pada Anak | Parenting.Dream.co.id

Pola asuh otoriter dan kebiasaan memaksakan kehendak pada anak akan berpengaruh pada kesehatan mental anak.  Anak yang sejak kecil selalu dikontrol kehidupannya akan cenderung tidak bahagia dan rentan depresi. Oleh karena itu, sebaiknya orangtua tidak menerapkan pola asuh seperti ini pada anak. 

Kurang Memiliki Motivasi

Kapan Anak Membutuhkan Terapi Kesehatan Psikis? | Orami

Kebebasan anak yang dikekang oleh kehendak orangtua dapat membuat anak kurang memiliki motivasi, terutama dalam menentukan perilaku yang tepat. Anak akan tumbuh menjadi pribadi yang mudah takut dan cemas, lantaran kurang terpenuhinya rasa aman dan kasih sayang dari orangtua. 

Categories: Love Life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.