Terbiasa Gerak Cepat dengan Budaya Ppali-Ppali

Bagi Anda yang gemar menonton drama maupun film Korea, Anda pasti terbiasa mendengar beberapa kosakata maupun ungkapan berbahasa Korea. Sadar atau tidak, beberapa kebiasaan masyarakat Korea Selatan dapat diadaptasi dalam kehidupan sehari-hari.

Seperti halnya budaya ppali-ppali. Berasal dari kata “ppali” yang berarti cepat, ppali-ppali memiliki arti cepat-cepat atau segera. Hal ini merupakan ciri khas masyarakat Korea Selatan yang terbiasa hidup dengan ritme cepat dan tepat. Jelas berbeda dengan apa yang kerap kali dilakukan oleh masyarakat Indonesia bukan?

Fenomena ppali-ppali di Negeri Ginseng dilakukan oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga lansia sekalipun. Berawal dari kebiasaan, lama-lama kebiasaan baik ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Korea Selatan. Bahkan, ppali-ppali menjadi budaya Korea Selatan yang diadaptasi oleh banyak orang.

Melansir dari buku Way Back To Korea yang ditulis oleh Antropolog asal Korea Selatan bernama Kim Choong Soon, praktik ppali-ppali telah tertanam di benak setiap warga Korea sebagai nilai dasar dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dikarenakan kebiasaan ppali-ppali memiliki nilai historis yang tinggi.

10 Tempat Wisata Kuliner di Korea Selatan yang Wajib Dikunjungi

Masyarakat mulai melakukan kebiasaan melakukan segala sesuatu dengan cepat dan sempurna sejak tahun 1950-an, saat mereka mulai bangkit dari keterpurukan ekonomi yang melanda. Tak butuh waktu yang terlalu lama, Korea Selatan dapat mencapai kemajuan industri dan ekonomi yang begitu pesat. Bahkan kini sudah mendapat predikat sebagai salah satu negara maju di dunia.

Anda dapat menjumpai banyak masyarakat Korea yang bergerak cepat bahkan terkesan buru-buru di berbagai tempat. Seperti halnya bandara, halte, maupun stasiun. Banyak wisatawan bercerita bahwa mereka beberapa kali hampir tertabrak oleh masyarakat Korea yang hendak berangkat bekerja.

Salah satu bukti positif dari kebiasaan ppali-ppali ini adalah Korea Selatan yang dapat memerangi krisis dari pandemi Covid-19 dengan baik, terorganisir, dan cepat. Menurut Menteri Kebudayaan Korea Selatan Park Yang Woo, konsep ppali-ppali yang telah menjadi bagian dari masyarakatlah yang membantu pemerintah dalam mengendalikan Covid-19.

Kira-kira, budaya hidup cepat seperti ppali-ppali dapat diadaptasi di Indonesia tidak, ya?

Categories: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.