Tonic Immobility, Alasan Penyintas Pelecehan Seksual Sulit untuk Speak Up

Tonic Immobility atau TI adalah penghambatan secara motorik sebagai respon atas situasi yang menakutkan atau ekstrem. Kondisi ini berupa syok yang dialami seseorang hingga mengalami kelumpuhan sementara dan tak berdaya dalam merespon kondisi bahaya, misalnya penyintas pelecehan seksual. 

Penyintas kekerasan seksual kerap kali mendapatkan pertanyaan seperti ‘kenapa tidak melawan?’ kenapa tidak teriak?’. Padahal pada saat kejadian, penyintas mengalami TI hingga merasa lumpuh sementara dan tidak dapat merespon apapun. Mereka cenderung tidak berdaya ketika mendapatkan pelecehan, sehingga ini alasan utama bagi mereka sulit untuk stand up ketika dilecehkan.

Kondisi syok ini membuat penyintas seringkali disudutkan oleh masyarakat karena tidak refleks melawan. Tak cukup sampai situ, setelah mengalami syok penyintas juga beresiko dapat terindikasi post traumatic stress disorder (PTSD). Serta berpeluang untuk mengidap depresi berbulan-bulan setelah mendapatkan pelecehan secara seksual. 

Kemudian bagi mereka yang telah berani untuk speak up dan bercerita mengenai kejadian yang pernah dialaminya berarti penyintas sudah melewati proses pemulihan akan traumanya. Meski belum 100 persen, tetapi sudah memiliki keberanian untuk bercerita dan ini tidaklah mudah untuk dilakukan. Selain bercerita kejadiannya, tujuan mereka bercerita agar kejadian serupa tidak akan terjadi lagi.

Butuh kekuatan dan waktu yang tidak sebentar bagi penyintas untuk akhirnya dapat mengatasi traumanya. Perlu bagi orang sekitarnya untuk mendampingi dan menawarkan bantuan konsultasi ke psikologi. Jika sudah siap untuk speak up, jangan hujani penyinya dengan pertanyaan yang menyudutkannya. 

Jadi, tonic immobility sudah umum terjadi dan ini menjadi hal refleks yang disebut ‘freeze response’. Bukannya mereka sengaja diam saja karena suka, namun ini syok yang mereka alami sehingga tidak bisa bergerak apalagi menawan karena diselimuti oleh rasa takut. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.