Pernah Merasa Lelah Setelah Melakukan Virtual Meeting? Inilah Alasannya!

Pandemi jelas membuat kehidupan masyarakat menjadi berubah. Terdapat banyak hal-hal baru yang harus dilakukan dalam rangka beradaptasi dengan keadaan. Salah satunya adalah melakukan virtual meeting. Rapat di balik layar kaca menjadi sebuah keharusan dikarenakan tak dapat bertemu secara langsung.

Apakah Anda pernah merasa sangat lelah setelah melakukan virtual meeting? Meskipun hanya duduk diam di depan layar laptop, nyatanya virtual meeting memiliki efek melelahkan. Para ahli kerap menyebut hal ini dengan zoom fatigue atau virtual fatigue. Sebenarnya, mengapa zoom fatigue dapat terjadi pada diri kita?

Melansir penelitian yang dilakukan oleh Stanford University, terdapat sekitar empat penyebab utama yang membuat Anda merasa sangat lelah setelah melakukan virtual meeting

Penyebab pertama ialah eye contact dalam jarak dekat yang terlalu sering. Menurut para ahli, layar laptop memberikan ilusi optik tampilan wajah yang terasa lebih besar daripada aslinya. Hal ini membuat Anda merasa kesulitan untuk melakukan eye contact dengan lawan bicara Anda. Belum lagi Anda harus membagi waktu kapan melihat ke kamera dan kapan harus melihat lawan bicara di layar kaca.

Tak hanya itu, melihat diri sendiri secara terus menerus di layar rapat daring terkadang menimbulkan rasa stress tersendiri. Perhatian Anda akan teralihkan kepada tampilan diri sendiri bukan pada lawan bicara. Virtual Meeting juga membatasi gerak mobilisasi Anda. Karena Anda hanya harus duduk diam dan tak beranjak selama rapat berlangsung.

Lalu, apakah menghindari virtual meeting menjadi solusinya? Tentu tidak, namun Anda dapat melakukan hal-hal berikut! Pertama, buatlah diri Anda rileks dan siapkan posisi yang nyaman sebelum rapat berlangsung. Ketika suntuk semakin melanda, Anda dapat mematikan kamera sejenak. Selain itu, Anda dapat pula memperkecil ukuran antarmuka virtual meeting agar tak terlalu penuh.

Semoga tips di atas dapat mengatasi zoom fatigue Anda! Sayangi diri sendiri dengan mengetahui apa saja yang baik untuk diri sendiri, ya.

Categories: Health, Work

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.