Benarkah Croissant Berasal dari Perancis?

Anda familiar dengan dengan croissant? Roti unik berbentuk bulan sabit ini tengah digemari oleh berbagai kalangan. Tak hanya di cafe, croissant pun dapat dengan mudah ditemui di minimarket sekitar Anda. Pastry yang memiliki tekstur crunchy di luar dan lembut di dalam ini dikenal sebagai roti khas Perancis. Benarkan demikian?

Sebenarnya, croissant tak berasal dari Perancis, lho. Masih dari dataran Eropa, croissant sebenarnya berasal dari Austria. Pertama kali muncul pada abad ke-13, roti ini diberi nama kipferl. Roti ini sangatlah lembut karena dilumuri begitu banyak mentega ditambah dengan toping kacang almond dan taburan gula halus.

Menurut sebuah puisi kuno yang berasal dari Austria, kipferl sendiri merupakan salah satu bagian dari natal. Para pembuat roti di Wina pada sekitar tahun 1227 menghadiahkan roti berbentuk sabit ini untuk Duke Leopold.

Terdapat rumor lain yang mengatakan bahwa kipferl merupakan lambang atas kemenangan pasukan Austria atas Pasukan Turki Ottoman yang sebelumnya menduduki kota Wina dalam beberapa waktu. Namun rumor ini terbantahkan, karena peristiwa berhasilnya Austria merebut kembali kota Wina terjadi pada sekitar tahun 1683-an.

Lalu, bagaimana croissant dapat mengekspansi hingga ke Perancis? Mengutip ke berbagai dokumen sejarah, sekitar tahun 1838 terdapat sebuah toko pastry asal Wina yang buka di Perancis. Toko ternama ini bernama La Boulangerie Viennoise yang dimiliki oleh August Zang dan Ernest Schwartzer. Banyak orang Perancis yang menyukai tekstur dari pastry Austria, tak terkecuali Croissant.

Pada abad ke-20, croissant lahir dan berkembang dari wilayah Perancis. Croissant Perancis nyatanya merupakan modifikasi dan tuangan inovasi dari para pembuat roti Perancis, dengan cara mengganti adonan penuh mentega tadi menggunakan puff pastry. Karenanya, croissant memiliki tekstur yang begitu renyah di luar namun tetap lembut di dalam. 

Selaras dengan perkembangan zaman, croissant pun nyatanya semakin berkembang. Tak hanya croissant kosong yang nantinya dimakan dengan cara dicelupkan pada selai buah, kini telah banyak varian baru croissant yang dapat Anda jumpai dimana-mana. Mulai dari croissant dengan isian krim beraneka rasa, hingga croissant yang dibuat seperti burger dengan isian daging asap juga sayuran. Tertarik untuk mencoba?

Kategori:Food Story

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.