Mengenal Diet Detoksifikasi dan Efek Sampingnya

Terdapat banyak cara untuk melakukan diet, salah satunya adalah diet detoksifikasi. Detoks dilakukan untuk membuang toksin-toksin dalam tubuh, dan kabarnya dapat membuat tubuh lebih langsing. Diet jenis ini sempat populer dan banyak dilakukan orang-orang, simak informasi selengkapnya berikut ini!

Apa itu diet detoksifikasi?

Ternyata Diet Detoks Malah Berbahaya Buat Kesehatan Tubuh : Okezone  Lifestyle

Diet detoksifikasi adalah metode diet yang dilakukan dengan cara mengeluarkan berbagai jenis racun atau toksin dalam tubuh dengan mengubah pola makan. Diet ini biasanya dilakukan dengan berpuasa, memperbanyak konsumsi air, makan buah-buahan, lalu mengurangi konsumsi makanan berlemak, tinggi gula dan garam.

Makanan yang boleh dikonsumsi adalah makanan dan minuman tertentu yang memiliki kandungan serat yang ringgi. Dengan begitu, usus akan kosong dan racun-racun yang mengendap akan dikeluarkan dan berat badan akan turun. 

Selain itu, biasanya diet detoks ditambah dengan mengonsumsi obat atau teh herbal yang dapat melancarkan pencernaan. Dengan asumsi semakin lancar pencernaan mama semakin banyak pula racun dalam tubuh yang dikeluarkan. 

Namun, belum ada penelitian yang menyatakan jika diet detoks benar-benar efektif untuk mengeluarkan racun dalam tubuh. Karena faktanya, ginjal dan hati secara alami sudah cukup baik dalam membersihkan dan membuang racun maupun zat berbahaya dalam tubuh yang dapat menyebabkan penyakit. 

Efek samping melakukan diet detoksifikasi

Lemas dan Letih karena Anemia? Konsumsi Makanan Ini untuk Mengatasinya |  ruber.id

Meski beberapa orang merasakan penurunan berat badan setelah melakukan diet detoksifikasi, namun masih belum ada penelitian ilmiah yang menyatakan efektivitas diet detoks dengan penurunan berat badan. Pelaku diet bisa mengalami penurunan berat badan karena kehilangan cairan dan persediaan karbohidrat dalam tubuh. 

Namun penurunan ini tidak berlansung lama, begitu berenti melakukan maka berat badan akan kembali seperti semula. Ini karena diet detoks melibatkan pengurangan kalori yang cukup ekstrem. Akibatnya kepada peningkatan metabolisme namun hanya bersifat sementara.

Efek samping yang paling umum dirasakan adalah lemas, mual, diare, pusing, dan kehilangan cairan dengan banyak hingga dehidrasi. Karena proses detoksifikasi dengan hanya mengkonsumsi makanan yang berserat tinggi saja, ini justru akan membuat sembelit. Tidak adanya protein dalam diet ini mengakibatkan pelaku diet akan merasa mudah lelah dan moody swing. 

Categories: Health, Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.