Pujian yang Manipulatif dalam Backhanded Compliment

Menerima pujian merupakan hal yang disukai oleh banyak orang. Bagaimana tidak, setelah melewati hal yang berat maka pujian dan tepukan di pundak seolah menjadi pelipur kelelahan. Namun terkadang tak semua orang memberikan pujian positif, ada pula pujian bernada sarkas dengan hinaan tersirat di dalamnya.

Pujian tersebut dikenal dengan backhanded compliment. Mengutip dari kamus Merriam Webster, backhanded compliment berarti pujian yang bukan merupakan pujian sama sekali. Tujuannya adalah mengangkat lalu menjatuhkan perasaan seseorang namun secara halus.

“Kamu cantik deh, lebih cantik lagi kalau pakai Make up”. Ujaran di samping merupakan salah satu contoh dari backhanded compliment. Dimana seseorang memuji orang lain cantik, namun jika menggunakan make up. Secara tidak langsung, orang tersebut mengatakan bahwa wajah orang lain tidaklah cantik.

Biasanya, orang yang mendapatkan backhanded compliment tak merasakan adanya hal yang negatif di balik pujian semu tersebut. Bahkan terkesan merasa senang mendapat ‘pujian’ karena berarti ada orang lain yang memperhatikannya. Hal ini dikarenakan ujaran kebencian yang tertuang dalam backhanded compliment sangatlah semu dan bias.

Dalam kacamata psikologi, backhanded compliment sangat sering dilakukan oleh orang yang memiliki kepribadian cenderung agresif. Orang dengan kepribadian seperti ini biasanya akan melakukan berbagai cara agar lawan bicaranya merasa terserang dan jatuh baik secara langsung maupun tidak. Karenanya backhanded compliment dipilih sebagai cara ‘menjatuhkan dengan tenang’.

Tak hanya itu, melansir sebuah penelitian yang dikeluarkan oleh Harvard Business School, alasan lain orang melakukan backhanded compliment adalah karena merasa terancam atau tersinggung akan perkataan orang lain. Sehingga secara sadar atau tidak, backhanded compliment dikatakan dengan mudah.

Lalu, apa yang harus dilakukan jika Anda mendapatkan pujian bernada menjatuhkan ini? Tentunya Anda tak boleh memperlihatkan rasa tersinggung di depan lawan bicara. Cukup tersenyum dan ucapkan terima kasih agar tak menjadi sebuah masalah yang panjang. Ada baiknya Anda tak mengatakan hal serupa pada orang lain dan lebih bijak dalam memilih diksi ketika berbicara, ya!

Kategori:Work

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.