Mengenal Sleep Apnea, Gangguan Tidur yang Picu Serangan Jantung

Sleep apnea merupakan sebuah gangguan tidur yang terjadi ketika pernapasan seseorang terganggu sehingga mengalami henti napas secara berulang saat tidur. Kondisi seperti ini dapat menyebabkan otak dan bagian tubuh lainnya tidak mendapat aliran oksigen yang cukup, kondisi terparahnya dapat memicu serangan jantung.

Tak pandang bulu, sleep apnea bisa terjadi pada saja baik dewasa maupun anak-anak. Namun terdapat penelitian yang menyatakan jika gangguan sleep apnea lebih menyerang pria ketimbang wanita. Namun, gangguan ini lebih sering terjadi pada orang yang berusia di atas 50 tahun dan memiliki berat badan berlebih. 

Gangguan tidur ini memiliki gejala seperti saat bangun tidur tenggorokan terasa nyeri dan kering, mendengkur kencang, sesekali terbangun dengan rasa tercekik, menjadi kurang berenergi di siang hari, mengantuk saat berkendara, nyeri kepala pada pagi hari, hingga tidur merasa gelisah.

Terdapat beberapa faktor pemicu sleep apnea, seperti memiliki penyakit amandel, kelebihan berat badan, rahang yang kecil, dan ukuran leher yang besar sekitar lebih dari 17 inci. Faktor lainnya berupa genetik, kebiasaan mengkonsumsi alkohol berlebihan, dan faktor usia.  

Bagi penderita sleep apnea biasanya mereka kesulitan tidur di malam hari dan merasakan kantuk yang berlebihan di siang hari atau yang disebut hipersomnia. Penderita juga biasanya mengalami mulut yang kering dan sakit kepala saat bangun. Serta merasa kesulitan dalam konsentrasi, mudah marah, hingga terjadi disfungsi seksual.

Jika gangguan  tidur ini tidak segera ditangani oleh tenaga medis, akan menimbulkan beberapa gangguan kesehatan lainnya seperti depresi, gangguan metabolisme, penyakit hari, bahkan gangguan jantung. Maka penting untuk segera menemui dokter jika mengalami gejala seperti sleep apnea. 

Namun, ada hal yang perlu disoroti. Untuk menyembuhkan sleep apnea perlu adanya perubahan gaya hidup guna mengurangi gejala gangguan tidur, menurunkan berat badan, berhenti merokok, dan menghindari konsumsi alkohol dapat membantu mengurangi gejala tidur ini. 

Kategori:Health

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.