Perketat Pencegahan Covid-19 dengan Double Masking

Maraknya kasus covid-19 dengan varian Delta yang mematikan di Indonesia membuat masyarakat harus memutar otak untuk memperketat pencegahan penyebaran virus. Salah satunya dengan memilih masker yang memiliki efektivitas cukup tinggi untuk memblok droplet masuk melalui hidung atau mulut.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyarankan penggunaan masker dengan cara double masking. Yakni menggunakan dua rangkap masker sekaligus agar dapat menahan droplet virus masuk ke dalam tubuh.

Teknik double masking ini tak semata hanya menggunakan dua masker secara sekaligus. Melainkan menggunakan masker medis yang dirangkap dengan masker kain di luarnya. Kombinasi antara masker medis dapat meningkatkan filtrasi udara yang dihirup oleh tubuh.

Efektivitas dari penggunaan dua masker sekaligus digadang-gadang mampu menahan sebanyak 85,4 persen partikel udara yang akan masuk ke dalam tubuh. Jauh lebih tinggi daripada efektivitas masker medis yang hanya memblok 56,1 persen partikel udara, dan efektivitas masker kain yang hanya mampu menahan 51,4 persen partikel udara.

Sebetulnya, bagaimana cara kerja dari double masking ini agar efektif menahan droplet yang hendak jatuh ke dalam mulut atau hidung? Masker medis dan kain saling melengkapi kekurangan dalam teknik ini. 

Masker medis yang memiliki kawat pada bagian hidung jelas melindungi droplet masuk lewat atas, sayangnya bagian samping dan bawahnya cukup terbuka sehingga memberikan celah bagi droplet. Sehingga, proteksi lanjutan menggunakan masker kain dapat meningkatkan efektivitas karena dapat menutup bagian samping dan bawah masker medis.

CDC pun memberikan anjuran untuk tidak ‘menambal’ dengan masker kain pada masker jenis lainnya seperti halnya masker KN95 atau KF94. Hal ini dikarenakan kedua jenis masker ini telah memiliki efektivitas yang cukup tinggi dalam menahan droplet yang jatuh. 

Jadi, jangan lupa tingkatkan proteksi diri dengan double masking, ya. Rutin ganti masker ketika sudah mulai basah atau sekitar 6 jam sekali agar tetap efektif menahan virus dan droplet yang hendak masuk.

Kategori:Health

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.