Emotional Eating: Melampiaskan Emosi dengan Makan

Apakah anda pernah merasa ingin makan sesuatu saat dengan sedih atau bahagia, padahal sedang tidak lapar? Kondisi seperti ini disebut dengan emotional eating. Ini adalah kondisi ketika seseorang menggunakan makanan untuk mengatasi emosi. Saat sedang stress, marah, atau bahkan senang seseorang akan makan untuk menenangkan emosinya dan mengalihkan perhatian kepada makanan. 

Ciri utama emotional eating adalah munculnya perubahan pola makan yang berkaitan dengan emosi. Saat seseorang merasa tertekan, sedih, stress, atau depresi akan mencari pelampiasan pada makanan. Biasanya kondisi ini sering dialami oleh wanita.

Bagi penderita, makanan membuat dirinya lebih baik dan memenuhi kebutuhan emosional, bukan kebutuhan perut. Sayangnya, makan secara emosional tidak bisa memperbaiki masalah secara emosional. Imbasnya, masalah yang tidak selesai dan Anda akan merasa bersalah karena makan berlebihan. 

Masalahnya makanan yang dikonsumsi saat emotional eating adalah makanan yang tidak sehat dan mengandung banyak kalori. Seperti cokelat, makanan ringan, junk food, es krim, dan lainnya. Apalagi jika Anda menjadikan makanan sebagai pelampiasan stress, mungkin dalam sehari dapat makan lebih dari tiga kali dengan jumlah yang besar. Tentunya ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

Emotional eating dapat terbentuk tanpa disadari dari kecil, saat orangtua menawarkan makanan ketika dengan sedih atau marah itu dapat menenangkan Anda. Orangtua yang sering menghadiahkan makanan kesukaan sebagai reward juga menjadi faktor munculnya emotional eating. 

Cara Mengatasi Emotional Eating

Beragam Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Fisik dan Mental - Alodokter

Jangan disepelekan, emotional eating dapat berpengaruh kepada kesehatan. Ada beberapa cara untuk mengatasi kondisi ini. Yang paling utama kenali rasa lapar, tanyakan kepada diri sendiri apakah sedang benar-benar lapar? Jika tidak, tunda waktu makan hingga merasa lapar. 

Selain itu, temukan aktivitas lain yang dapat menjadi pelarian dari emosi Anda. Ketimbang melampiaskan melalui makan, lakukan aktivitas lainnya yang membuat Anda bahagia. Misalnya seperti mendengarkan musik, membaca, olahraga, melukis, atau berbincang dengan teman. Dengan begitu, secara perlahan Anda tidak lagi melihat makanan sebagai kepuasan emosional. 

Kategori:Health

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.