Dere, Kenalkan keindahan Tubata Lewat Video Klip ‘Berisik’

Lagu berjudul Berisik. Karya ini lahir dari perbincangan dengan teman, tentang hiruk pikuk manusia. Dere terinspirasi untuk membuat karya, yang proses penulisannya tidak lebih dari 30 menit. Dere menulis lagu ini sebagai penggambaran berisiknya kita semua manusia, tidak terkecuali diri Dere sendiri.

Kita tinggal di bumi ini tidak sendiri. Bersama manusia lain, hewan, tumbuhan dan luasnya alam. Di antara semua, manusia begitu identik dengan keberisikan. Kita membangun, mengganti, berkembang, dan meruntuhkan. Dere berkolaborasi bersama Davy Linggar dan Tulus, untuk musik video lagu Berisik. Karya ini mencoba menggambarkan gerak dan tindak kita di alam, serta sisipan pesan tentang olah rasa dan tanggung jawab yang menjadi mesti, dalam hidup manusia dan nalurinya untuk berkembang, dan membangun.

Musik video Berisik, mengambil latar di Tubaba. Sebuah Kabupaten yang Dere harap mampu menjadi cermin yang tepat bagi kita, tentang bagaimana manusia hidup semestinya. Kabupaten Tulang Bawang Barat terletak di Utara Provinsi Lampung. Kabupaten ini lahir pada tanggal 3 April 2009 sebagai pecahan dari Kabupaten Tulang Bawang. Kali pertama Dere mengunjungi Tubaba pada bulan April 2021, ia jatuh cinta pada kerukunan manusia dan alamnya. Kawasan Tubaba dikelilingi oleh bentangan alam yang indah dan sudah sedari dulu menjadi sumber kekayaan masyarakat setempat. Pemukiman warga dan wilayah perkebunan ada tepat di antara luasnya hutan. Hebatnya, lahan alam yang dimanfaatkan tidak diraup dengan serakah. Kawasan yang gundul, ditanami pohon kembali. Pemerintah Tubaba berkomitmen untuk menjaga sumber kekayaan agar terus bisa dinikmati penghuni Tubaba masa depan. Ambisi besar Tubaba adalah menulis ulang makna hidup modern di Indonesia. Tubaba juga membangun manusianya. Nilai-nilai yang dianggap maju telah lama mengakar di Tubaba. Melalui sejarah terhadap alam pun melekat ribuan tahun.

Berisik

Lirik

Oh, manusia berisik

Bermulut satu dan bicaranya lantang

Lidah tertutup gigi, tapi bagai terpampang

Oh, manusia berisik

Berakal budi, tapi terkadang lupa

Kalau hidup di dunia hanya bertamu saja

Bicaralah

Secukupnya

Tak semua

Harus terucap

Oh, manusia berisik

Punya hati, tapi tak hati-hati

Beralaskan logika

Sering merasa benar

Bicaralah

Secukupnya

Tak semua

Harus terucap

Aku manusia berisik

Kutulis lagu ini bukan karena aku

Merasa paling benar, tapi karena kurasa

Kadang ku juga lupa ‘tuk bicara secukupnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.