Mengingatkan untuk Menghargai Tiap Waktu dengan Orang-orang Tercinta, Grup Folk-Pop Daun Jatuh Merilis “Momen”

●    Daun Jatuh, grup folk-pop asal Tangerang, meluncurkan single terbaru berjudul “Momen”

●    Grup ini mengonsepkan “Momen” sebagai refleksi untuk menghargai tiap waktu dengan keluarga atau orang-orang terdekat lainnya

●    Single “Momen” diproduseri oleh Ibnu Dian (Matter Halo), yang banyak bertanggung jawab dalam produksi single-single artis/grup indie besar seperti Nadin Amizah, Dere, Hindia

●    Greg Calbi dan Steve Fallone bertanggung jawab di lini mastering rekaman ini. Greg adalah nama yang pernah membuat master untuk rekaman David Bowie dan Bruce Springteen.Sebagai duo, mereka telah bekerja untuk bintang-bintang dunia seperti Taylor Swift, Bob Dylan, Norah Jones, Tame Impala

●    “Momen” hadir juga dengan versi Atmos, yang memberikan kualitas audio spatial yang supercanggih.

●    Video musik “Momen” disutradarai oleh Prialangga, yang telah merilis karyanya untuk nama-nama populer seperti Noah feat BCL, Mirriam Eka dan Reza Dharmawangsa, Coldiac, dan masih banyak lagi lainnya

Grup Folk-Pop Daun Jatuh Merilis “Momen”

Jakarta, 9 Juli 2021–Grup folk-pop asal Tangerang yang besar berkat lagu viral “Resah Jadi Luka”, Daun Jatuh, merilis single pertamanya di tahun ini dengan judul “Momen”, tepat hari ini. Untuk pertama kalinya pula bagi Daun Jatuh, lagu mereka diluncurkan lewat jalur label major, Warner Music Indonesia. “Momen” sudah dapat dinikmati di berbagai layanan streaming, juga di kanal Youtube resmi daunjatuh music untuk video musiknya.

Tema dalam lagu “Momen” begitu relevan dengan setiap orang di masa pandemi COVID-19 ini. Daun Jatuh mengonsepkannya sebagai refleksi terkait hubungan setiap anggota keluarga, yang hidup di atap yang sama, namun karena kesibukan masing-masing, keluarga sebagai unit menjadi tak berjalan semestinya. “Momen” memberikan perspektif soal bagaimana kita semestinya menikmati dan menghargai setiap waktu yang diberikan bersama orang-orang terdekat, keluarga, sebelum terlambat.

Dalam proses penciptaan “Momen”, vokalis Daun Jatuh Verrel Alvirizky menyatakan bahwa lagu ini terasa sebegitu dalam. “Lagu ini memiliki arti tersendiri buat hidup saya. Sangat berat.” Verrel juga menambahkan, “Entah mengapa di setiap proses pembuatan lagu ini, air mata saya selalu mengalir, dari proses workshop, recording, sampai saat shooting music video.”

Bassist Daun Jatuh, William, menekankan pesan serupa terkait “Momen”, “Lagu ini diciptakan buat kita yang mungkin lupa pentingnya menghargai waktu dan momen bersama orang terdekat kita, baik suka maupun duka.”

Sejalan dengan William, Timothy yang merupakan gitaris Daun Jatuh berpendapat bahwa waktu merupakan sesuatu yang berharga, dan setiap momen yang pernah, sedang, serta kita lalui selayaknya digunakan sebaik baiknya, karena momen mungkin tidak akan terulang untuk kedua kalinya.

Inspirasi penulisan lagu ini bermula dari orangtua Timothy Gunung Tua, terkena virus COVID-19. Di titik itu, dia menyadari pentingnya menghargai tiap momen dengan orang yang kita cintai. “Momen” kemudian diselesaikan bersama oleh seluruh personil Daun Jatuh.

Ibnu Dian, Vokalis Matter Halo, Didapuk Jadi Produser untuk “Momen”

Dalam proses produksinya, lagu “Momen” digawangi oleh vokalis band alternative-rock Matter Halo, Ibnu Dian, nama yang tak asing lagi di skena musik indie Tanah Air. Ibnu adalah orang yang bertanggung jawab dalam produksi beberapa lagu independen yang kemudian besar, seperti “Membasuh” (Hindia, Rara Sekar), “Kanyaah” dan “Sorai” (Nadin Amizah), “Tanya” (Dere).

Konsep yang ditawarkan masih mengangkat gaya minimalis khas Daun Jatuh dengan keunikan yang ditambahkan melalui efek dan seksi rhythm yang juga minimalis.

“Momen” Di-master oleh Greg Calbi dan Steve Fallone, Nama-nama Besar di Balik Rekaman Taylor Swift, Norah Jones, John Mayer, sampai Tame Impala

Single “Momen” memiliki tim produksi yang memang tak sembarangan. Duo Greg Calbi dan Steve Fallone dari Sterling Sound, Amerika Serikat, turut berkontribusi untuk mastering rekaman single ini. Di industri rekaman, mereka adalah orang-orang di balik layar untuk rilisan-rilisan populer seperti Continuum (John Mayer), Evermore (Taylor Swift), Pick Me Up Off the Floor (Norah Jones), Currents (Tame Impala), dan masih banyak lagi rekaman-rekaman esensial dari industri musik pop dunia yang digawangi mastering-nya oleh mereka.

Sebelum bekerja untuk Sterling Sound, Greg Calbi bahkan memiliki portofolio untuk mastering rekaman-rekaman album penting dunia seperti Young Americans (David Bowie) dan Born To Run (Bruce Springteen).

Produksi “Momen” dengan Konsep Audio yang Canggih

Lagu “Momen” juga hadir dalam format Atmos yang memberikan pengalaman audio tak tergantikan, dengan keindahan mixing dan mastering canggih. Proses versi Atmos dilakukan oleh Matt Sim dan Alex Psaroudakis.

“Momen” versi Atmos menyajikan estetika audio ala home theater yang sulit digapai oleh rekaman biasa. Jessen Nathanael, drummer Daun Jatuh menggambarkan versi ini sebagai karya yang sangat indah, “Hasilnya juga sangat memuaskan!”

Setelah bergabung dengan Warner Music Indonesia, Daun Jatuh langsung mendapatkan kesempatan untuk merilis single-nya dalam format spatial audio.

Prialangga Didapuk Sebagai Sutradara Video Musik “Momen”

Video musik “Momen” turut dirilis bersamaan dengan peluncuran single-nya. Disutradarai oleh Prialangga, video ini mengambil tema keluarga, di mana yang digunakan adalah sudut pandang seseorang yang sedang berada dalam satu rumah, dan di tiap sudut rumahnya, dia mengenang momen bersama ibu ketika masih kecil.

Prialangga adalah sutradara video klip yang telah menelurkan karya untuk Noah feat BCL, Mirriam Eka dan Reza Dharmawangsa, Coldiac, dan banyak nama lainnya.

Tentang Daun Jatuh

Daun Jatuh adalah grup folk-pop asal Tangerang dengan anggota: Verrel Alvirizky, Timothy Gunung Tua, Jessen Nathanael, William, Mufti Ahmad Fadilah, dan Azrial Ismail. Lagu “Resah Jadi Luka” milik Daun Jatuh mendapatkan perhatian besar berkat viral di platform media sosial TikTok. Lagu ini juga sempat bercokol di chart Top 200 Spotify Indonesia dengan lebih dari 20 juta streams di platform tersebut sejauh ini (dan masih akan terus bertambah!).

Filosofi nama “Daun Jatuh” berasal dari bagaimana setiap anggota grup ini bertemu dari grup-grup mereka sebelumnya yang sudah bubar, kemudian tumbuh lagi dari awal–layaknya daun-daun yang berjatuhan, terhubung, kemudian tumbuh kembali.

Daun Jatuh dikenal lewat musik indie-folk yang ramah telinga, dipadukan dengan lirik kuat serta suasana yang fokus pada mood lagunya. Karya-karya mereka membawa pendengar untuk merasakan perasaan puitis ketika menikmatinya. Konsep minimalis ini kemudian menjadi khas bagi Daun Jatuh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.