Kenali Tantrum Pada Orang Dewasa dan Cara Menanganinya

Tantrum adalah ledakan emosi yang muncul saat keinginan seseorang tidak terpenuhi. Kondisi ini juga dapat dikenali dengan munculnya gejala seperti bicara dengan nada tinggi dan suara keras, raut muka yang tegang, gelisah, frustasi, marah, serta menggerakkan tangan dengan cepat. Kebanyakan tantrum di temukan pada anak-anak tapi tantrumpun bisa terjadi pada orang dewasa dan tantrum pada orang dewasa bukan hanya masalah emosi biasa, tapi bisa menjadi tanda adanya gangguan mental tertentu.

Tantrum pada orang dewasa dapat disebabkan oleh banyak hal, di antaranya:

  • Pernah mengalami kekerasan fisik atau verbal.
  • Pola asuh yang salah saat masa kanak-kanak.
  • Menderita gangguan mental tertentu, seperti gangguan bipolar, depresi, borderline personality disorder, autisme, PTSD, dan ADHD.
  • Penyalahgunaan obat-obatan.

Mengangani tantrum dengan menenangkan pikiran

5 Cara Menenangkan Pikiran Setelah Terkena PHK, Jangan Sampai Depresi!

Saat marah memang orang cenderung berpikiran secara berlebihan, tidak rasional dan tidak memikirkan konsekuensi atas perkataan atau tindakanya. Jika muncul dorongan untuk tantrum cobalah untuk beristirahat sejenak untuk menenangkan pikiran dan mempertimbangkan dampak buruk yang mungkin terjadi jika anda meluapkan emosi atau amarah dengan cara yang negatif. Ketika pikiran sudah dirasa cukup tenang, barulah utarakan apa yang Anda rasakan. Namun, tetap perhatikan cara penyampaiannya. Sebisa mungkin hindari perkataan yang dapat menyinggung atau menyakiti perasaan orang lain.

Dalam menentukan penanganan yang tepat, psikolog akan membantu Anda mencari tahu apa akar permasalahan yang menyebabkan Anda mengalami tantrum untuk orang dewasa yang bermasalah dengan tantrum atau sulit mengendalikan emosi sering kali membutuhkan psikoterapi. Jika terdapat indikasi adanya gangguan mental, seperti depresi, gangguan bipolar, gangguan cemas, dan PTSD, maka psikolog mungkin akan merujuk Anda ke psikiater untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

Kategori:Health, Love Life

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.