Kenali Zombieing, Kondisi Percintaan yang Lebih Parah dari Ghosting

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah ghosting, yaitu situasi di mana seseorang meninggal sebuah hubungan begitu saja tanpa kejelasan hingga digambarkan seperti ‘ghost’. Nah, saat orang yang pernah ghosting ini muncul kembali disebut dengan istilah zombieing yang berarti ‘mayat yang hidup kembali’. Simak penjelasan mengenai zombieing lebih lanjut berikut ini!

Apa itu zombieing?

What is Zombieing and how do you avoid it? - Pillowtalk Newsletter

Pada dasarnya, ghosting dan zombieing itu terkoneksi atau next level dari ghosting. Ketika Anda dekat dengan seseorang hingga hampir terjalin sebuah hubungan, atau bahkan sudah terjalin hubungan, orang ini hilang begitu saja seakan tidak pernah terjadi apa-apa. Sialnya, tiba-tiba orang ini kembali datang ke kehidupan Anda tanpa bersalah. Inilah yang disebut dengan zombieing. 

Hal ini perlu untuk Anda waspadai, karena motifnya beragam. Bisa jadi orang tersebut berupaya untuk menemukan kembali sumber ‘hiburan’-nya. Pelaku zombieing ini berusaha untuk mencari perhatian dan melihat apakah ia masih bisa mendapatkan atensi atau tidak. 

Namun, bisa jadi tujuannya baik yaitu untuk mengenal Anda lebih dalam. Mungkin ia berpikir jika sebelumnya telah melewatkan kesempatan untuk mengenal Anda lebih jauh dan berharap masih ada kesempatan kedua. Bisa jadi, dia tidak baik dalam komunikasi dan hilang arah. Akhirnya dia kembali menghubungi Anda karena merasa bersalah dan ingin memastikan Anda apakah baik-baik saja atau tidak.

Bagaimana cara menanggapinya?

Beda Ghosting, Haunting, dan Zombieing dalam Hubungan Asmara |

Sebelum memutuskan untuk memberi kesempatan kedua pada pelaku zombeing, pikirkan terlebih dahulu dengan jernih. Apakah dia pantas diberi kesempatan kedua? Anda perlu berhati-hati, bisa jadi perilaku ghosting mengulangi kesalahan yang sama. Jangan sampai Anda terbuai dan menerima begitu saja, karena ini dapat merugikan Anda sendiri.

Jangan ambil keputusan saat sedang berbunga-bunga, hingga pengalaman buruk sebelumnya sirna karena emosional Anda. Berikan waktu agar emosi bahagia Anda tidak turut terpana begitu saja. Pikirkan kembali, apa dampaknya jika hubungan tersebut dilanjutkan. Ingat, semua kendali ada pada diri Anda!

Categories: Love Life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.