Mengapa Koyo Terasa Panas Saat Dipakai?

Bagi sebagian orang, koyo merupakan sahabat terbaik ketika pegal linu menyerang. Terlebih di masa pandemi seperti ini, koyo sangat membantu karena sebagian orang tak melakukan mobilitas berlebih dan hanya duduk berjam-jam di depan layar laptop. Sehingga, penggunaan koyo dapat mengurangi rasa sakit berlebih yang disebabkan oleh pegal pada otot.

Koyo dipilih karena Anda tak harus ribet mengoleskan krim panas yang mungkin dapat membuat telapak tangan Anda terasa panas juga. Tak hanya itu penggunaannya pun cukup mudah, Anda tinggal melepas plester koyo pada plastik penutupnya, tempelkan pada bagian yang pegal, dan voila Anda akan merasakan sensasi hangat yang meredakan nyeri.

Namun, tahukah Anda mengapa koyo memiliki rasa yang begitu hangat hingga panas ketika menempel pada kulit? Hal ini muncul karena adanya senyawa capsaicin pada koyo. 

Bagi pecinta pedas, capsaicin mungkin terasa akrab bagi Anda karena terdapat pada cabai dan memberikan sensasi pedas. Sementara pada koyo, zat capsaicin dapat memberikan rasa panas pada kulit yang mirip-mirip dengan rasa pedas ketika cabai digigit pada mulut.

Tak hanya capsaicin, koyo juga mengandung menthol, camphor, juga nonivamid yang dapat memberikan sensasi panas yang melegakan pada kulit Anda. Seluruh gabungan senyawa ini akan memberikan sinyal pada otak untuk ‘melupakan’ rasa nyeri yang ada. Karenanya setelah memakai koyo, Anda merasa nyeri yang sebelumnya terasa sedikit demi sedikit berkurang.

Kategori:Health

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.