Mengenal Sleeping Beauty Syndrome, Kelainan Tidur dengan Waktu yang Lama

Mungkin Anda sudah familiar dengan karakter putri tidur atau sleeping beauty pada film kartun. Rupanya, kejadian serupa juga terjadi di dunia nyata, yaitu sleeping beauty syndrome yaitu penyakit langka yang membuat penderitanya tidur dengan durasi yang terlampau lama. Bahkan, mereka bisa tidur hingga 20 jam dalam sehari, dan lebih berisiko terjadi pada remaja laki-laki. 

Sleeping beauty syndrome disebut juga Kleine-Levin, kondisi ini membuat penderitanya merasa bingung dengan dengan perubahan perilaku. Bahkan sindrom ini bisa dapat dan pergi tanpa diprediksi. Saat dengan kambuh atau terjadi, dapat mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya. 

Gejala yang umumnya terjadi pada penderita sleeping beauty syndrome berupa sulit bangun di pagi hari, merasa lemas, sering merasa ngantuk, halusinasi, mudah tersinggung, nafsu makan meningkat, hingga yang durasi tidur yang ekstrem mencapai 20 jam per hari. Adanya perubahan perilaku penderita terjadi karena dipengaruhi oleh aliran darah ke otak yang tidak lancar.

Saat gejala sudah mereda, penderita sleeping beauty syndrome dapat melanjutkan aktivitasnya tanpa ada disfungsi fisik maupun perilaku. Bahkan mereka cenderung tidak bisa mengingat kejadian yang terjadi saat sindrom ini muncul. Namun, saat sindromnya sedang berlangsung, penderita dapat terbangun sesekali untuk ke kamar mandi lalu kembali tidur. 

Biasanya, episode-episode sindrom yang terjadi akan berkurang seiring berjalannya waktu secara durasi dan intensitasnya. Proses ini bisa berlangsung selama 8 hingga 12 tahun. Sleeping beauty syndrome biasanya muncul pada masa remaja dan tidak heran lagi jika banyak remaja yang mengalami sindrom langka ini. Namun, gejala sleeping beauty syndrome dapat muncul pada usia anak-anak dan tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pada orang dewasa. 

Bagaimana cara pengobatannya?

Mana Lebih Baik, Minum Obat dengan Air Dingin atau Suam-suam Kuku?

Tidur secara berlebih atau hipersomnia dapat memicu berbagai penyakit. Maka pengobatan yang biasanya dilakukan dengan memberikan pil stimulan guna meredakan gejala. Pengobatan ini cukup efektif untuk mengurangi rasa kantuk, namun dapat menyebabkan seseorang mudah tersinggung. Jika Anda mengalami masalah seperti ini, segerakan untuk konsultasi kepada tenaga medis. 

Kategori:Health

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.