Kamis Pahing, Sejarah, serta Budaya yang Lestari

Yogyakarta istimewa dari berbagai sisi, Kamis Pahing sebagai salah satunya. Merupakan hari yang istimewa di Yogyakarta dan tidak bisa dilewatkan begitu saja. Pada hari tersebut, masyarakat khususnya pegawai pemerintahan dan juga pelajar diwajibkan untuk memakai pakaian adat Yogyakarta saat melakukan aktivitas di instansi-instansi. Kegiatan ini dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan memang Kamis Pahing merupakan hari yang krusial bagi Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat sendiri.

Pada tahun 1756 tepatnya hari Kamis Pahing 7 Oktober, merupakan hari yang sangat bersejarah bagi Yogyakarta. Pada tahun itu, Kraton Ngayogyakarta telah selesai dibangun, sehingga Sultan serta keluarganya meninggalkan Ambar Ketawang untuk pindah menempati Kraton. Maka untuk mengingat hari tersebut, pemerintah memberlakukan sebuah kebijakan bagi masyarakat Derah Istimewa Yogyakarta, terutama aparatur sipil negara (ASN) dan pelajar untuk mengenakan pakaian adat pada hari Kamis Pahing.

Setiap 35 hari sekali (selapanan dina), seluruh sekolah dan instansi pemerintahan akan nampak berbeda dengan pakaian gagrag (gaya) Ngayogyakarta. Untuk laki-laki pakaian yang digunakan adalah blangkon, lurik, serta jarik. Lalu, selengkapnya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.