Kenali Diet Dopamin, Bisa Langsing dan Bahagia Sekaligus!

Source: Freepik

Ada banyak jenis diet yang dapat dilakukan seperti diet keto, kalori defisit, diet ocd, hingga intermittent fasting. Tapi, apakah Anda pernah mendengar diet dopamin? Diet ini mungkin belum banyak dikenali. Diet dopamin merupakan diet yang tidak hanya fokus pada menurunkan berat badan saja namun juga sebagai pemicu produksi dopamin atau hormon bahagia pada otak. 

Melalui diet dopamin, Anda tidak hanya menurunkan berat badan tapi juga dapat membuat Anda lebih bahagia. Sebelum memulainya, yuk, kenali beberapa hal mengenai diet dopamin berikut ini!

Perbanyak makanan tinggi protein

Source: Unsplash/@shutters_guild

Jenis makanan yang direkomendasikan saat diet dopamin adalah makanan yang tinggi protein seperti kacang-kacangan, sayur, buah terutama pisang, telur, olahan susu, ikan tinggi omega 3, daging segar rendah lemak, dan dark chocolate. 

Anda dapat mengkonsumsi makanan dengan protein tinggi dan lemak saat sarapan. Misalnya telur, lalu yogurt yang ditambahkan kacang atau buah. Jadi, selain bernutrisi juga mengenyangkan.

Tingkatkan dopamin dengan makanan sehat

Source: Unsplash/@fishmac 

Melakukan diet dopamin cukup mudah, yang terpenting fokus dengan mengkonsumsi makanan sehat. Makanan berprotein tinggi yang tinggi akan kandungan asam amino dapat meningkatkan kadar dopamin tanpa membuat nafsu makan melonjak. Jenis makanan ini berperan penting pada produksi dopamin di otak.

Selain mengkonsumsi makanan sehat, Anda juga perlu mengurangi konsumsi makanan tinggi kalori, lemak, dan gula, sehingga kadar dopamin meningkat. Konsumsi karbohidrat juga dapat Anda pilih karbohidrat dengan indeks glikemik yang rendah seperti gandum, merah merah, atau lainnya agar menjaga kadar glukosa tetap stabil. 

Bagaimana dopamin dapat mempengaruhi diet?

Source: Freepik

Dopamin merupakan senyawa yang bertanggungjawab untuk mengirimkan sinyak antara sel-sel saraf di otak. Domain kemudian mempengaruhi pusat kesenangan pada otak yang dapat mempengaruhi suasana hati. Aktivitas ini terjadi bukan tanpa alasan, rupanya dipengaruhi juga oleh asupan makanan. 

Pada dasarnya, asupan makanan dapat meningkatkan kadar dopamin seperti makanan tinggi lemak dan gula, tapi keduanya dapat meningkatkan nafsu makan. Jika secara berlebihan maka akan menimbulkan penambahan berat badan. Dengan mengontrol makanan secara sehat, dopamin akan meningkat juga berat badan dapat berangsur turun. 

Kategori:Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.