FLØRE Menutup Akhir Tahun Dengan Merilis EP Romaniac

Penyanyi Dark-Pop FLØRE merilis EP keduanya “ROMANIAC”, berhubungan dengan dunia karakternya bernama ROMANIAC. EP ini mewakili sebagian dari FLØRE yang tak pernah ia biarkan bicara sebelumnya, sebagian darinya yang mencari pembalasan dan penuh amarah. Seperti EP debutnya “SUPERBLOOM” (Okt 2020), ia mengajak Indie Pop Artist dari Berlin, NOVAA untuk memproduseri 5 track dari EP ini.

Mengenai “Another year like that and we’d be all dead”, FLØRE menjelaskan bahwa single ini menceritakan bagaimana hidupnya berarti untuknya, apa arti dari tumbuh besar, arti dari kehilangan cinta dan orang yang kamu cintai, apa rasanya hidup dengan depresi dan alasan untuk tetap hidup dan arti dari hidupnya.“A beautiful tragedy of being every day a day closer to death, of being dust, of being forgotten and being nothing, just what you’ve been before. It’s so tragic, that it’s beautifully sweet, cause if it wasn’t sweet, we’d all be dead by now, cause sometimes losing all hope is freedom.”

Pandemi sendiri memengaruhi lirik-lirik dalam setiap lagu di EP ini, pandemi memberikan rasa ‘the- world-is-ending” itu sendiri. FLØRE menjelaskan “I wanted to capture the feeling of growing up in a, as it seems teenage tragedy, how everything is rushing in high speed with an apocalyptic taste, but it’s a bit too dangerously quite in the chaos. Like the calm inside of a storm.”

“Another year like that and we’d be all dead” sendiri menjadi kelanjutan dari “Cigarette”: Cigarette’ terfokuskan pada sisi menyakiti diri sendiri dalam sebuah hubungan atau cinta. “I often do things just to write about it and being hurt just keeps the fire going. So I like to lighten up sometimes and ‘Cigarette’

is the ‘Bad Medicine’ for something that does not need to be fixed. Being wasted is just something I’m attracted to artistically. So always coming back to the same pattern, felt like an addiction, I hurt myself on purpose. The outro in the song on the other hand, shows the vulnerable side of it and feels like the rehab in the story.”

Dia membuka cerita dari Romaniac dengan “Dead Boys” di bulan Januari lalu.FLØRE berpikir bahwa mungkin di dunia lain aku akan menjadi pembunuh. Dan ‘Dead Boys’ adalah karakter lain yang hidup di dalamku. “Some things will never completely heal and thinking about the ones who betrayed and left me, still makes me mad. When I break things off, it’s forever and I was inspired by taking the saying ‘You’re dead to me’ literally.

Mengikuti single terakhirnya “Bad Medicine” yang menceritakan tentang orang yang kamu tahu tidak baik untukmu, tapi kamu tetap tidak bisa melepaskannya. Berada dekat dengannya membuatmu tidak merasa lebih baik tapi terkadang hal itulah yang kamu inginkan. Patah hati, tapi kamu tahu kamu tetap hidup. Terkadang merasakan sakit lebih baik daripada tidak merasakan apapun. FLØRE sendiri mengatakan tidak ada yang lebih buruk daripada mati rasa.

FLØRE menulis lagu untuk menyuarakan rasa aneh nya menjadi sebuah arti. Merasa seperti alien untuk sebagian besar hidupnya, ia menghabiskan masa kecilnya dengan bermain gitar, bernyanyi dan membayangkan tentang semesta. Dia menyebut dirinya sebagai ‘moon lover’, yang mengekspresikan kesepian dalam lagu-lagunya, menceritakan kisah tentang kerapuhannya sendiri, pengabdian manusia untuk cinta yang tidak biasa dan cinta yang hancur.

25 tahun tidak hanya menulis tentang patah hati dan mimpi-mimpi tentang dunia, tapi juga tentang isu-isu kesehatan mental yang juga menjelaskan bahwa depresi adalah penyakit yang serius yang perlu dinormalisasikan dan dibicarakan, karena tidak ada yang lebih membunuh daripada pikiranmu sendiri. “And I’m so proud and feel so strongly about writing about mental health. For me it feels like you will never get rid of a major depression. It’s about handling the demons and maybe even becoming friends with them.” Dalam interview nya dengan Glasse Factory ia menekankan bahwa “It’s okay to not be okay. It’s okay to be sad and to feel alone and to be weird.” FLØRE telah membuat debutnya yang mengesankan pada tahun 2018, dengan “dark pop brilliance of Flowered Guts” yang ditayangkan perdana di The Line Of Best Fit pada waktu itu, Earmilk menggambarkan “angelic vocals for a euphoria that feels timeless and calming” dan A1234 menyebut FLØRE and Novaa “the quirky queens of the underground music scene right now…” sambil memuji “undeniably ethereal vocals” mereka di “Rich Kids”.

Selain mendapatkan perhatian di blog-blog, FLØRE juga menjadi bagian dari program RADAR di Spotify, mendapat fitur di beberapa playlist seperti New Music Friday US, Indie Pop, EQUAL GSA, Indie Womxn, Easy, dan banyak lagi. Singlenya ‘Bad Medicine’ juga memasuki Germany’s Radio Top 200 charts. FLØRE menampilkan konser virtual pertamanya di Amazon Music pada awal bulan Mei, dan melakukan

pertunjukan debutnya di Reeperbahn Festival Hamburg pada bulan September lalu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.