Mengenal Gamofobia, Ketakutan Berlebih Akan Pernikahan

Di jagad sosial media telah ramai serial yang menceritakan tentang perselingkuhan based on true story yang berjudul “Layagan Putus”. Serial Indonesia ini dibintangi oleh aktor papan atas Reza Rahardian dan Aktris ternama Putri Marino dan Anya Geraldine. Karena serial ini menceritakan tentang perselingkuhan yang dilakukan “Mas Aris” (Reza Rahadian), banyak orang yang dibuat naik pitam.Khususnya di media sosial Twitter, hal ini tentunya membuat banyak orang membahas sebuah fobia yang di sangkutpautkan dengan munculnya rasa takut tentang pernikahan atau komitmen dengan orang lain.

Sekilas Tentang Gamofobia


Fobia merupakan ketakutan berlebihan terhadap sesuatu yang umum atau tidak berbahaya namun tetap membuat penderitanya menjadi cemas bahkan cenderung ketakutan. Salah satu fobia yang berkaitan kepada suatu komitmen adalah gamofobia. Seperti yang diketahui mayoritas orang memilih pernikahan dan menjalani komitmen dengan pasangannya. Namun ada juga beberapa orang yang merasa takut ketika adanya bahasan tentang pernikahan. Namun begitu bukan tidak mungkin sebgaian orang bisa melewatinya.
Tetapi gamofobia memiliki hal yang berbeda, dimana gamofobia sendiri berasal dari kata “gamos yang diambil dalam bahasa Yunani yang memiliki arti “pernikahan” serta “fobia” yang berartikan ketakutan. Gamofobia termasuk ke dalam kategori fobia sederhana yang memiliki fokus tertentu atau biasa disebut juga dengan fobia spesifik. Orang yang memiliki gangguan ini dapat mengalami serangan panik yang tak terkendali.

Penyebab


Fobia spesifik seperti gamofobuia dapat berkembang di awal kehidupan, dimana hal ini dapat disebabkan oleh campuran beberapa hal dan bukan penyebab tunggal. Salah satu yang paling mungkin terjadi adalah akibat melihat pengalaman orangtua atau kerabat terdekatnya. Atau mungkin saja karena individu tersebut dibesarkan dengan prinsip bahwa konflik dalam suatu hubungan tidak bisa diselesaikan. Gamofobia bisa muncul akibat pengalaman hubungan sebelumnya yang gagal atau takut akan ketidakberhasilan komitmen pada satu orang

Beberapa gejala gamofobia adalah munculnya rasa bersalah atau adanya rasa malu karena takut akan pernikahan atau komitmen hingga munculnya rasa khawatir yang berlebihan jika memikirkan tentang suatu komitmen. Adapun gejala fisiknya adalah sesak nafas, pusing hingga pingsan hingga gemetar hebat.

Tentunya gamofobia ini adalah hal yang bisa dikendalikan. Langkah awal yang harusnya dilakukan adalah menguatkan niat dan keinginan kuat untuk berubah. Terlebih jika Anda dalam suatu hubungan, ada baiknya untuk jujur agar bisa menghindari kesalahpahaman. Anda juga harus menelisik apa alasan dibalik ketakutan berlebih Anda, apa mungkin memang pengaruh pengalaman masa lalu.

Bagaimanapun juga, gamofobia yang dibiarkan tanp pengobatan apapun dapat menyebabkan masalah jadi lepas kendali. Jika Anda atau kerabat terdekatmu mengalami gamofobia, Anda mungkin perlu bantuan profesional seperti psikolog untuk mengatasinya karena gamofobia bukan sekadar ketakutan yang biasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.